Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Toys Kingdom Berbagi Kebahagiaan dengan 100 Anak Yatim di Bekasi

Kompas.com, 13 April 2023, 07:40 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Toys Kingdom, merek usaha Kawan Lama Group yang menyediakan koleksi lengkap mainan dan hobi untuk segala usia, berbagi kebahagiaan dengan 100 anak yatim dan duafa dari Yayasan Yatim
Piatu dan Dhuafa Rumah Harapan dalam momen buka puasa bersama.

Selain berbuka bersama, Toys Kingdom juga menghadirkan aktivitas fun learning dan mendongeng untuk menghibur sekaligus mengedukasi anak-anak yang dilaksanakan di mal Living Plaza Jababeka, Kabupaten Bekasi.

General Manager Marketing Communications Toys Kingdom Ellen Widodo mengatakan, acara ini digelar sejalan dengan misi Toys Kingdom untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan, serta menciptakan senyuman dan kebahagiaan.

"Selain itu, tak lupa kami juga menyelipkan edukasi kepada anak-anak melalui kegiatan mendongeng dan berbagai permainan fun learning. Harapannya, selain mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, anak-anak juga dapat menerima manfaat pembelajaran dari kegiatan ini," ujar Ellen.

Baca juga: Dukung Pendidikan Berkualitas, HK Sumbang Rp 10 Juta buat Mahasiswa IPB

Acara ini dimulai dengan Dancing Time, tarian seru yang dibawakan staf toko Toys Kingdom beserta Tiggi, anak harimau sumatra maskot Toys Kingdom.

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mendongeng dan fun learning yang berisi permainan-permainan edukatif. Setelah itu dilanjutkan dengan siraman rohani dari ustaz dan salat magrib berjamaah di Musala Living Plaza Jababeka.

Kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan pembagian bingkisan dari Toys Kingdom.

Secara khusus Toys Kingdom menghadirkan kegiatan mendongeng sebagai sarana yang mudah diterima anak dalam menyampaikan nilai positif dan nilai edukasi.

Karena selain pesan-pesan positif yang terkandung di dalam cerita, kegiatan mendongeng dapat mengembangkan daya pikir dan imajinasi anak.

Mulai dari penggambaran tokoh, suara, nada bicara, hingga latar cerita, semuanya dapat menstimulasi imajinasi anak.

Nia Yuniarsih Ramlan, pendongeng yang hadir dalam acara ini, menambahkan, selain menstimulasi kreativitas dan daya imajinasi, sebenarnya kegiatan ini juga dapat menumbuhkan minat baca.

"Karena setelah mendengarkan cerita, akan timbul rasa penasaran pada anak untuk mencari-cari dan membaca cerita sendiri. Maka dari itu saya sangat merekomendasikan kegiatan mendongeng sebagai media pembelajaran, baik untuk orang tua, guru, maupun pengajar," tuntas Nia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau