Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yuk, Rayakan Lebaran yang Ramah Lingkungan dengan 5 Tip Berikut

Kompas.com, 12 April 2023, 19:46 WIB
Siti Sahana Aqesya,
Anissa Dea

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Hari Raya Idul Firti atau Lebaran merupakan hari raya yang dinantikan oleh umat Islam. Pasalnya, pada hari kemenangan ini, umat Islam merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga serta sanak saudara.

Perayaan Lebaran pun biasanya diadakan dengan meriah. Selain tradisi khas Lebaran, beragam hidangan lezat juga turut memeriahkan momen Lebaran selama dua hari penuh. Maka tak heran, limbah yang dihasilkan saat Lebaran menjadi lebih banyak ketimbang biasanya.

Lantas, bagaimana cara merayakan Lebaran yang ramah lingkungan? Yuk, simak lima tip berikut.

1. Hindari penggunaan alat makan sekali pakai

Saat Lebaran, masyarakat biasa menghidangkan makanan dan kudapan dengan alat makan sekali pakai kepada para tamu. Walaupun praktis, alat makan sekali pakai–yang biasanya berbahan plastik–bisa menyebabkan banyak tumpukan sampah yang mencemari lingkungan.

Baca juga: Perhatikan, Ini Cara Meletakkan Alat Makan di Mesin Pencuci Piring

Oleh karena itu, tetap gunakan alat makan guna ulang (reusable) yang ada di rumah, ya. Walaupun cucian jadi lebih banyak, lingkungan bisa tetap lestari.

2. Hidangkan makanan secukupnya

Lebaran merupakan momentum yang tepat untuk menikmati sejumlah hidangan tradisional khas Idul Fitri yang jarang ditemukan di hari lain, seperti ketupat, opor ayam, dan rendang. Selain hidangan utama, kudapan lain juga menyusul untuk mengenyangkan perut seluruh anggota keluarga.

Karena euforia tersebut, tak jarang Anda merasa harus menyediakan banyak masakan yang sering kali berujung tidak termakan. Selain mubazir, hal ini bisa membuat sampah dapur menumpuk.

Oleh karena itu, selalu kelola porsi makanan yang disediakan, ya.

3. Dekorasi rumah dengan barang DIY dari sampah

Untuk menyemarakkan suasana Lebaran di rumah, Anda bisa mendekorasinya dengan berbagai kerajinan tangan yang dibuat secara do-it-yourself (DIY) dari sampah. Sebut saja, bunga dari kertas bekas atau hiasan dinding dari plastik.

4. Gunakan produk lokal ramah lingkungan

Saat Lebaran, Anda membutuhkan lebih banyak keperluan, seperti bahan makanan, pakaian, hingga kemasan angpao, ketimbang biasanya. Agar lebih ramah lingkungan, penuhilah keperluan tersebut dengan membeli produk lokal yang dijual di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Baca juga: Survei: Konsumen Indonesia Makin Peduli Produk Ramah Lingkungan

Dengan membeli produk lokal, Anda telah berkontribusi mengurangi emisi karbon dan memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), lho.

Selain itu, pilih juga produk yang minim kemasan dan berbahan dasar organik agar tetap ramah lingkungan, ya.

4. Hemat energi

Agenda Lebaran yang dijalani seharian penuh terkadang membuat masyarakat lupa untuk menghemat energi.

Meskipun masih dalam euforia Lebaran, tetap kelola penggunaan energi secara efisien, ya. Contohnya, kurangi penggunaan lampu pada siang hari. Jangan lupa matikan dan cabut aliran listrik pada perangkat elektronik yang tidak dipakai.

Hindari pula menggunakan air secara berlebihan saat bersih-bersih. Alokasikan air sisa cucian–yang tidak mengandung bahan kimia–untuk menyiram tanaman agar tidak terbuang sia-sia.

Itulah lima tip merayakan Lebaran yang ramah lingkungan. Yuk, mulai persiapannya dari sekarang.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tingkatkan Efisiensi Produksi, Industri Makanan Mulai Adopsi AI
Tingkatkan Efisiensi Produksi, Industri Makanan Mulai Adopsi AI
Swasta
Konsumsi Daging Global Naik 4 Kali Lipat, Apa Dampaknya Bagi Lingkungan?
Konsumsi Daging Global Naik 4 Kali Lipat, Apa Dampaknya Bagi Lingkungan?
LSM/Figur
IPB University Promosikan Potensi Agromaritim Indonesia di Korea Selatan
IPB University Promosikan Potensi Agromaritim Indonesia di Korea Selatan
Pemerintah
Menaikkan Pajak UMKM saat Terjadi Ketidakpastian Global Dinilai Kurang Tepat
Menaikkan Pajak UMKM saat Terjadi Ketidakpastian Global Dinilai Kurang Tepat
LSM/Figur
Studi Ungkap Hambatan Sulitnya Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia
Studi Ungkap Hambatan Sulitnya Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia
Pemerintah
Pakar IPB University Dorong Hilirisasi Industri Lobster Nasional
Pakar IPB University Dorong Hilirisasi Industri Lobster Nasional
Pemerintah
Kemenhut : Gap Pendanaan Konservasi Keanekaragaman Hayati Capai 74 Persen
Kemenhut : Gap Pendanaan Konservasi Keanekaragaman Hayati Capai 74 Persen
Pemerintah
Fitoplankton Bisa 'Kunci' Karbon di Lautan hingga Ribuan Tahun
Fitoplankton Bisa "Kunci" Karbon di Lautan hingga Ribuan Tahun
LSM/Figur
Kurangi Macet dan Polusi, Astra Ajak Karyawan Gunakan Transportasi Umum
Kurangi Macet dan Polusi, Astra Ajak Karyawan Gunakan Transportasi Umum
Swasta
KLH: Kawasan Rendah Emisi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata, Andong dan Becak Ikonnya
KLH: Kawasan Rendah Emisi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata, Andong dan Becak Ikonnya
Pemerintah
Kabar Baik untuk Bumi, Hutan Mangrove Dunia Mulai Pulih Kembali
Kabar Baik untuk Bumi, Hutan Mangrove Dunia Mulai Pulih Kembali
Pemerintah
Program 'SNI Goes to Campus' Dorong Kesadaran Mutu Pangan Nasional
Program "SNI Goes to Campus" Dorong Kesadaran Mutu Pangan Nasional
Swasta
Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data
Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data
Pemerintah
Konsumsi Listrik AI Diprediksi Capai 945 TWh pada 2030
Konsumsi Listrik AI Diprediksi Capai 945 TWh pada 2030
Pemerintah
Ujian Berat bagi Asia Tenggara, El Nino Godzilla Perparah Dampak Konflik di Timur Tengah
Ujian Berat bagi Asia Tenggara, El Nino Godzilla Perparah Dampak Konflik di Timur Tengah
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau