Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inisiatif Energi Hijau Semen Tonasa Dapat Apresiasi Internasional

Kompas.com, 25 Juli 2023, 10:00 WIB
Hamzah Arfah,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

GRESIK, KOMPAS.com - Torehan apik dicatatkan PT Semen Tonasa, anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), berkat keberhasilan menurunkan konsumsi dan mencapai efisiensi biaya energi melalui implementasi ISO 50001 yang diterapkan sejak 2019.

PT Semen Tonasa menjadi salah satu perusahaan, dari dua perusahaan di dunia yang berhasil memenangi Award of Excellence in Energy Management dari Clean Energy Ministerial (CEM), pada ajang the 2023 CEM’s Energy Management Leadership Awards.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif kepada Direktur Utama PT Semen Tonasa Asruddin dengan di dampingi oleh Direktur Operasi SIG Reni Wulandari, di Goa, India, Jumat (21/7/2023).

Baca juga: Pembangkit Listrik EBT Baru Naik 91 MW, Energi Fosil Bertambah 900 MW

PT Semen Tonasa secara konsisten menerapkan sistem manajemen energi berbasis ISO 50001 yang selaras dengan sustainability road map SIG, untuk memastikan operasional perusahaan yang berkelanjutan dan mempertimbangkan isu Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola atau environment, social, and governance (ESG).

Dalam kurun waktu empat tahun sejak penerapan sistem manajemen energi berbasis ISO 50001 pada 2019, PT Semen Tonasa berhasil mencatatkan penghematan biaya energi dengan total sebesar 16,1 juta dollar AS atau ekivalen dengan penghematan energi 4,3 juta Gigajoule (GJ), serta pengurangan emisi CO2 sebesar 436.000 metrik ton.

Salah satu inisiatif yang dilakukan PT Semen Tonasa dalam manajemen energi yakni, dengan memanfaatkan biomassa yang bersumber dari limbah pertanian sebagai bahan bakar alternatif.

Tingkat substitusi termal (TSR) biomassa dalam kegiatan produksi PT Semen Tonasa tercatat meningkat secara signifikan dari 1,17 persen menjadi 8,13 persen dalam kurun waktu 2019 hingga 2022 dengan total jumlah limbah pertanian yang dimanfaatkan sebesar 157.000 ton.

Baca juga: Cegah Kenaikan Suhu 1,5 Derajat, Energi Terbarukan Perlu Meningkat 3 Kali Lipat

Peningkatan penggunaan biomassa tersebut telah melalui proses penyesuaian pada raw mix design dan critical operating parameters (COP), untuk tetap mempertahankan kualitas produk.

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi, sekaligus pengakuan atas komitmen keberlanjutan SIG khususnya pada pilar perlindungan terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui lima topik prioritas.

Yakni, pengelolaan risiko iklim dan energi, ekonomi sirkular, emisi udara, air dan juga keanekaragaman hayati.

"SIG merasa bangga atas pencapaian PT Semen Tonasa, yang berhasil meraih penghargaan tertinggi Award of Excellence in Energy Management pada ajang the 2023 CEM’s Energy Management Leadership Awards," ujar Donny Arsal melalui keterangan tertulis, Senin (24/7/2023).

Prestasi ini semakin memotivasi manajemen untuk meningkatkan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan pada seluruh kegiatan operasional.

Baca juga: Korporat Raksasa Dunia Berkolaborasi Percepat Transisi Energi Bersih

"Karena keberlanjutan merupakan kunci untuk menciptakan kehidupan yang baik bagi seluruh makhluk hidup di bumi dan menjaga ketahanan perusahaan di masa mendatang,” lanjut Donny Arsal.

Sustainability road map SIG mencakup beragam inisiatif strategis yang berkontribusi pada dekarbonisasi melalui penurunan faktor terak, pemanfaatan bahan bakar alternatif sampah perkotaan yang dikelola menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), hydrogen injection dan efisiensi energi termal (STEC).

Tidak hanya itu, SIG juga dikatakan mendukung pengembangan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya untuk substitusi energi listrik pada unit-unit operasionalnya. Serta optimasi gas panas buang, dari proses produksi semen (waste heat recovery power generation).

Melalui inisiatif strategis tersebut, SIG berhasil menurunkan pemakaian energi dari 108,5 juta GJ pada 2021 menjadi 94,2 juta GJ pada 2022.

Baca juga: Kali Pertama, Investasi Energi Bersih 2023 Bakal Lampaui Minyak Fosil

Intensitas emisi juga berhasil ditekan hingga 590 kilogram CO2/ton cement equivalent pada 2022, atau turun 16,67 persen dari baseline tahun 2010 sebesar 708 kilogram CO2/ton cement equivalent.

Adapun CEM merupakan forum internasional tingkat tinggi yang menyatukan negara-negara terbesar dan terkemuka di dunia, organisasi internasional dan perusahaan, untuk mencapai misi mempercepat transisi energi bersih melalui penerapan ISO 50001.

Pada 2023, CEM’s Energy Management Leadership Awards memberikan penghargaan Award of Excellence in Energy Management kepada dua perusahaan dan penghargaan Energy Management Insight Awards kepada 15 organisasi, yang dinilai menerapkan sistem manajemen energi serta meningkatkan kesadaran global akan manfaat ekonomi dan keberlanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kisah Zaiwan, Kepala Desa yang Lindungi Hutan hingga Berhasil Ekspor Madu
Kisah Zaiwan, Kepala Desa yang Lindungi Hutan hingga Berhasil Ekspor Madu
BUMN
Bakal Selundupkan Satwa Langka ke Thailand, Pemuda di Sumut Terancam 15 Tahun Penjara
Bakal Selundupkan Satwa Langka ke Thailand, Pemuda di Sumut Terancam 15 Tahun Penjara
Pemerintah
Musim Kawin Penguin di Antartika Maju dari Biasanya, Dampak Krisis Iklim?
Musim Kawin Penguin di Antartika Maju dari Biasanya, Dampak Krisis Iklim?
LSM/Figur
Perusahaan Tambang Nikel Ini Rehabilitasi 743 Hektare Hutan di Konawe
Perusahaan Tambang Nikel Ini Rehabilitasi 743 Hektare Hutan di Konawe
Swasta
Daftar Lokasi Olimpiade Musim Dingin Bisa Berkurang akibat Perubahan Iklim
Daftar Lokasi Olimpiade Musim Dingin Bisa Berkurang akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
LSM/Figur
PBB Ingatkan 318 Juta Orang Kelaparan, Ancaman untuk Stabilitas Ekonomi Dunia
PBB Ingatkan 318 Juta Orang Kelaparan, Ancaman untuk Stabilitas Ekonomi Dunia
Pemerintah
Bumi Pernah Alami Panas Ekstrem 56 Juta Tahun Lalu, Picu Kebakaran dan Erosi
Bumi Pernah Alami Panas Ekstrem 56 Juta Tahun Lalu, Picu Kebakaran dan Erosi
LSM/Figur
Celios: WEF Jadi Momentum Strategis Tarik Investasi Hijau ke RI
Celios: WEF Jadi Momentum Strategis Tarik Investasi Hijau ke RI
LSM/Figur
Banjir Rob Jakarta Bisa Makin Parah akibat Perubahan Iklim
Banjir Rob Jakarta Bisa Makin Parah akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
Great Barrier Reef Australia Makin Parah Saat Laut Tenang, Ini Penjelasannya
Great Barrier Reef Australia Makin Parah Saat Laut Tenang, Ini Penjelasannya
LSM/Figur
Banjir Jakarta Berulang, BRIN Sebut Urbanisasi hingga Tanah Turun Jadi Penyebab
Banjir Jakarta Berulang, BRIN Sebut Urbanisasi hingga Tanah Turun Jadi Penyebab
Pemerintah
Mikroplastik Ditemukan di Satu-satunya Serangga di Antartika
Mikroplastik Ditemukan di Satu-satunya Serangga di Antartika
LSM/Figur
TN Way Kambas Pulihkan 1.286 Hektar Ekosistem, Kurangi Konflik Gajah dan Manusia
TN Way Kambas Pulihkan 1.286 Hektar Ekosistem, Kurangi Konflik Gajah dan Manusia
Pemerintah
Kenaikan Suhu 1,5 Derajat Celsius Tak Terelakkan, PBB Ingatkan Risiko Global
Kenaikan Suhu 1,5 Derajat Celsius Tak Terelakkan, PBB Ingatkan Risiko Global
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau