Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pijar Foundation dan Google Gelar GFF 2023, Perkuat Sistem Kesehatan

Kompas.com, 5 Oktober 2023, 06:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Transformasi sistem kesehatan untuk mencegah pandemi baru adalah agenda besar dunia saat ini.

Pijar Foundation, melalui program “Global Future Fellows (GFF) 2023: Advancing Southeast Asia's Predictive Healthcare", berkolaborasi dengan Google Cloud, mengeksplorasi kekuatan teknologi dalam memperkuat sistem kesehatan di Asia Tenggara.

Pada Rabu (4/10/2023), 41 aktor strategis multi-sektor di bidang kesehatan Asia Tenggara yang tergabung dalam program GFF Healthcare 2023 berkumpul dan berdiskusi di kantor Google Indonesia.

Seluruh 41 aktor tersebut terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, peneliti, perusahaan besar dan rintisan (start-ups), rumah sakit, lembaga filantropi, investor, dan komunitas masyarakat.

Baca juga: Transformasi Kesehatan Perlu Perhatikan Kelompok Rentan

Ada enam negara ASEAN yang terwakili dalam kegiatan ini: Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan Filipina.

Kolaborasi ini tidak hanya memiliki arti penting untuk Indonesia dalam konteks nasional, melainkan juga konteks regional sebagai pemimpin transformasi kesehatan skala Asia Tenggara.

Di tengah semakin kompleksnya ancaman kesehatan global, terutama setelah pandemi Covid-19, kebutuhan untuk memperkuat sistem kesehatan menjadi prioritas bersama yang memerlukan inovasi dan kolaborasi multi-sektor.

Google Cloud memperkenalkan Healthcare Data Engine, solusi hulu-ke-hilir untuk organisasi kesehatan dan sains yang menyelaraskan data dari berbagai sumber, termasuk catatan medis, klaim, uji klinis, dan data penelitian.

Healthcare Data Engine membantu penanggung jawab operasional, peneliti, dan petugas medis mendapatkan tampilan real-time dan holistik dari rekam pasien jangka panjang.

Hal ini juga memungkinkan analitik lanjutan dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam lingkungan cloud yang aman, sesuai, dan dapat diskalakan untuk membangun sistem kesehatan yang lebih responsif dan komprehensif di Asia Tenggara.

Baca juga: Radjak Hospital Purwakarta Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat lewat Gempungan hingga Trauma Center

Selain Healthcare Data Engine, Google Cloud juga membahas kasus penggunaan untuk Med-PaLM 2, yang memanfaatkan kekuatan model bahasa besar Google atau Large Language Models (LLMs), yang disesuaikan dengan sektor medis untuk menjawab pertanyaan medis dengan lebih akurat dan aman.

LLMs yang disesuaikan untuk industri seperti Med-PaLM 2 merupakan bagian dari rangkaian kemampuan AI generatif yang lengkap dari Google Cloud.

Organisasi kesehatan dapat menjelajahi kemampuan-kemampuan ini untuk memfasilitasi diskusi yang kaya dan informatif, menjawab pertanyaan medis yang kompleks, dan menemukan wawasan dalam teks medis yang rumit dan tidak terstruktur.

Bahkan membuat respons jangka pendek dan panjang serta merangkum dokumentasi dan wawasan dari kumpulan data internal dan badan pengetahuan ilmiah.

Baca juga: Dukung Penguatan Kesehatan, Radjak Hospital Salemba Hadirkan Center of Excellent

Tidak hanya mempelajari Healthcare Data Engine dan Med-PaLM 2 Google Cloud, para aktor strategis peserta GFF Healthcare 2023 pun berkomitmen untuk mengeksplorasi implementasinya dalam rancangan rekomendasi kebijakan dan aksi yang nantinya akan diserahkan pada pihak pemerintah dan industri di Asia Tenggara.

Country Manager, Enterprise and Public Sector, Indonesia, Google Cloud Anang Efendy menuturkan, memperbaiki alur dan penyatuan data di seluruh sistem kesehatan yang disebut sebagai interoperabilitas data, adalah salah faktor paling penting untuk memanfaatkan AI yang memungkinkan organisasi berjalan dengan lebih efektif, meningkatkan perawatan pasien, serta membantu orang hidup lebih sehat.

"Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan membantu pembentukan sistem pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, adaptif, dan berkualitas, baik di Indonesia maupun Asia Tenggara," kata Anang.

Direktur Kebijakan Publik Pijar Foundation yang sekaligus Lead program GFF Healthcare 2023 Cazadira F. Tamzil menambahkan, tantangan kesehatan sangat kompleks, dan membutuhkan kontribusi lintas sektor dari bidang medis, kebijakan, ekonomi, komunikasi, dan teknologi.

"Kami harap GFF Healthcare 2023 dapat menjadi jembatan menuju aksi-aksi kolaborasi konkret di Asia Tenggara," imbuhnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Swasta
Komitmen Net-Zero Perusahaan Global Tumbuh 61 Persen pada 2025
Komitmen Net-Zero Perusahaan Global Tumbuh 61 Persen pada 2025
Pemerintah
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Pemerintah
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
BrandzView
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Swasta
Lestari Forum 2026: 'Sustainability' Bagian dari Inti Bisnis
Lestari Forum 2026: "Sustainability" Bagian dari Inti Bisnis
Swasta
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
BUMN
Prabowo Bikin Program Listrifikasi Kendaran, Pangkas Pemakaian BBM
Prabowo Bikin Program Listrifikasi Kendaran, Pangkas Pemakaian BBM
Pemerintah
Gletser Asia Mencair, Pasokan Air Miliaran Orang Terancam
Gletser Asia Mencair, Pasokan Air Miliaran Orang Terancam
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau