KOMPAS.com - Ekonomi hijau atau green economy merupakan tren yang sedang berkembang dan semakin populer dunia.
Sejumlah peneliti dan organisasi masyarakat sipil kerap menyerukan penerapan ekonomi hijau karena berbagai keuntungan yang bisa didapat sambil tetap membantu menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, ekonomi hijau juga dipandang sebagai solusi terhadap permasalahan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah pengertian, tujuan, prinsip, dan manfaat dari ekonomi hijau.
Baca juga: Debat Cawapres Tidak Kupas Ekonomi Hijau
Ekonomi hijau adalah model pembangunan yang menyinergikan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan.
Menurut program lingkungan PBB, United Nations Environment Programme (UNEP), ekonomi hijau didefinisikan sebagai ekonomi yang rendah karbon, pengelolaan sumber daya yang efisien, dan inklusif secara sosial.
Dalam ekonomi hijau, pertumbuhan lapangan kerja dan pendapatan didorong oleh investasi pemerintah dan swasta pada kegiatan ekonomi, infrastruktur, dan aset yang memungkinkan pengurangan emisi karbon serta polusi.
Pertumbuhan lapangan kerja juga didorong oleh peningkatan efisiensi energi dan sumber daya, serta pencegahan hilangnya keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem.
Baca juga: 17 Sektor Ini Serap Banyak Tenaga Kerja dari Ekonomi Hijau
Dikutip dari penjelasan UNEP, tujuan dari ekonomi hijau adalah untuk meningkatkan proses produksi dan praktik konsumsi untuk mengurangi konsumsi sumber daya, produksi limbah, dan emisi di seluruh siklus proses
Ekonomi hijau memberikan pendekatan makro-ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan fokus utama pada investasi, lapangan kerja, dan keterampilan.
Sementara itu, ekonomi fokus ekonomi hijau dilansir dari Economic Matter adalah pada energi terbarukan, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Baca juga: Lapangan Kerja dan Upah Meningkat, Ini Deretan Dampak Positif Ekonomi Hijau di Indonesia
Ekonomi hijau mengusung beberapa prinsip dari penerapannya. Berikut lima prinsip ekonomi hijau dilansir dari Green Economy Coalitions.
Dalam prinsip kesejahteraan, ekonomi hijau memungkinkan semua orang menciptakan dan menikmati kesejahteraan.
Dalam prinsip keadilam, ekonomi hijau mendorong kesetaraan lintas generasi. Ekonomi hijau bersifat inklusif dan non-diskriminatif.
Dalam prinsip menjaga Bumi, ekonomi hijau berupaya untuk menjaga, memulihkan, dan berinvestasi pada alam.
Prinsip efisiensi dan kecukupan dalam ekonomi hijau diarahkan untuk mendukung konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
Dalam prinsip tata kelola yang baik, ekonomi hijau dipandu oleh lembaga-lembaga yang terintegrasi, akuntabel, dan tangguh.
Baca juga: Memahami Ekonomi Hijau dan Biru
Semua tujuan dan prinsip ekonomi hijau tersebut memiliki berbagai beragam manfaat bagi lingkungan dan manusia.
Dilansir dari Economic Matter, berikut lima contoh manfaat dari ekonomi hijau.
Ekonomi hijau memprioritaskan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan perlindungan lingkungan.
Selain itu, ekonomi hijau juga membantu melestarikan sumber daya bumi untuk generasi mendatang. Selain itu, mitigasi dampak perubahan iklim.
Transisi menuju ekonomi hijau menciptakan lapangan kerja baru. Berbagai peluang muncul di bidang energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan pertanian berkelanjutan.
Oleh karena itu, penerapan ekonomi hijau dapat meningkatkan perekonomian lokal dan mengurangi pengangguran.
Berinvestasi dalam ekonomi hijau dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengembangkan industri baru.
Hal ini meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi biaya yang terkait dengan degradasi lingkungan.
Ekonomi hijau memprioritaskan udara bersih, air bersih, dan makanan sehat, yang mengarah pada peningkatan hasil kesehatan masyarakat.
Ekonomi hijau menekankan penggunaan sumber energi terbarukan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Hal ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan memitigasi dampak perubahan iklim.
Baca juga: Ekonomi Hijau Jadi Salah Satu Arah Kebijakan Indonesia
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya