Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung "Sinar Mas Digital Day 2024", APP Group Dorong Inovasi Tujuan Berkelanjutan

Kompas.com, 29 September 2024, 10:48 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - APP Group berpartisipasi dan mendukung Sinar Mas Digital Day 2024 (SMDD 2024), event tahunan Sinar Mas yang mempertemukan lebih dari 2.000 profesional dari berbagai pilar bisnis Sinar Mas dan mitra perusahaan berbasis teknologi (28/9/2024).

Partisipasi APP Group dalam sesi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memanfaatkan teknologi dan kolaborasi sebagai upaya mempercepat pertumbuhan bisnis dan mencapai tujuan keberlanjutan jangka panjang.

Acara ini menampilkan inovasi digital terbaru dan kolaborasi lintas sektor yang berperan penting dalam mewujudkan transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menekankan pentingnya peran teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia.

“Kecerdasan buatan memberikan kontribusi yang semakin besar dalam berbagai sektor. Mari kita jadikan Indonesia sebagai destinasi investasi teknologi yang menjanjikan, dan dengan berkolaborasi antara sektor publik dan swasta, kita dapat mengoptimalkan teknologi ini untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Budi Arie.

APP Group turut serta dalam lima sesi gelar wicara dalam Sinar Mas Digital Day 2024, yaitu "Driving Innovation Through Collaborations", "Supercharge Your Digital Workforce", "Leveraging AI for Business Growth", "The Power of Digital Branding & Influence", dan "Empowering Business through Digital Transformation".

Seluruh talkshow ini berfokus pada strategi penting dalam transformasi digital, mulai dari kolaborasi lintas sektor, penguatan tenaga kerja digital, hingga pemanfaatan AI dan branding digital.

“Kolaborasi dan inovasi teknologi adalah kunci utama untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di era digital saat ini," ujar Managing Director APP Group Suhendra Wiriadinata.

"Di APP Group, kami berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi digital dan AI, tidak hanya untuk meningkatkan operasi kami, tetapi juga untuk membangun kolaborasi yang bermakna dengan mitra kami," tambahnya.

Dia meyampaikan, "Sinar Mas Digital Day 2024 memberikan platform ideal untuk berbagi pengetahuan dan menciptakan sinergi untuk masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan sejahtera."

APP Group berkomitmen pada keberlanjutan melalui adopsi teknologi digital. Dengan memanfaatkan teknologi seperti AI dan automasi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi jejak karbon dalam produksi pulp dan kertas.

Baca juga: Mayapada Hospital Hadirkan Teknologi DSA, Deteksi Dini Masalah Pembuluh Darah Otak

Melalui penerapan teknologi efisien, APP Group mampu berinovasi dalam skala besar tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Di ajang ini, APP Group juga menerima penghargaan dalam berbagai kategori pada SMDD 2024, termasuk penghargaan untuk inovasi digital, kolaborasi terbaik, dan solusi keberlanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Banjir Sumatera dan Amanah Kolektif Menjaga Ruang Hidup
Banjir Sumatera dan Amanah Kolektif Menjaga Ruang Hidup
Pemerintah
Survei: 32 Persen CEO Indonesia Klaim Perusahaannya Terapkan Keberlanjutan
Survei: 32 Persen CEO Indonesia Klaim Perusahaannya Terapkan Keberlanjutan
Swasta
Kemenhut: Gelondongan Terbawa Banjir Berasal dari Pohon Lapuk dan Kemungkinan 'Illegal Logging'
Kemenhut: Gelondongan Terbawa Banjir Berasal dari Pohon Lapuk dan Kemungkinan "Illegal Logging"
Pemerintah
Ironi Banjir Besar di Sumatera, Saat Cuaca Ekstrem Bertemu Alih Fungsi Lahan
Ironi Banjir Besar di Sumatera, Saat Cuaca Ekstrem Bertemu Alih Fungsi Lahan
Pemerintah
ADB: Asia Perlu 1,7 Triliun Dollar AS Per Tahun untuk Respons Perubahan Iklim
ADB: Asia Perlu 1,7 Triliun Dollar AS Per Tahun untuk Respons Perubahan Iklim
LSM/Figur
Kemenhut Ancam Pidanakan Pihak yang Tak Serahkan Lahan TN Tesso Nilo
Kemenhut Ancam Pidanakan Pihak yang Tak Serahkan Lahan TN Tesso Nilo
Pemerintah
Kasus Campak Global Naik, 30 Juta Anak Tak Dapat Vaksin
Kasus Campak Global Naik, 30 Juta Anak Tak Dapat Vaksin
Pemerintah
Viral Kayu Gelondongan Hanyut Saat Banjir, Kemenhut Telusuri Asalnya
Viral Kayu Gelondongan Hanyut Saat Banjir, Kemenhut Telusuri Asalnya
Pemerintah
Menundukkan Etno-Egoisme dalam Perjuangan Ekologis
Menundukkan Etno-Egoisme dalam Perjuangan Ekologis
Pemerintah
Banjir di Sumatera, Tutupan Hutan Kian Berkurang akibat Alih Fungsi Lahan
Banjir di Sumatera, Tutupan Hutan Kian Berkurang akibat Alih Fungsi Lahan
Pemerintah
Ketimpangan Struktur Penguasaan Tanah jadi Akar Konflik Agraria di Indonesia
Ketimpangan Struktur Penguasaan Tanah jadi Akar Konflik Agraria di Indonesia
LSM/Figur
Pemerintah Diminta Revisi Peta Kawasan Hutan yang Sebabkan Konflik Agraria
Pemerintah Diminta Revisi Peta Kawasan Hutan yang Sebabkan Konflik Agraria
Pemerintah
Wamenhut Bantah Banjir di Sumatera karena Proyek Food Estate
Wamenhut Bantah Banjir di Sumatera karena Proyek Food Estate
Pemerintah
Nihil Insentif, RI Tak Bisa Adopsi EPR Model Eropa
Nihil Insentif, RI Tak Bisa Adopsi EPR Model Eropa
Swasta
Banyak Kapal Masih Cemari Lingkungan Meski Aturan Ketat
Banyak Kapal Masih Cemari Lingkungan Meski Aturan Ketat
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Memuat pilihan harga...
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau