Penulis
Selain itu, Sachin menambahkan bahwa kerangka kerja baru harus mencakup indikator kinerja dan bukan hanya metrik ESG.
“Fokusnya harus pada bagaimana listrik diproduksi dan didistribusikan. Ketika mengevaluasi hasil kinerja penggunaan sumber energi tertentu, penting untuk mempertimbangkan dampak dunia nyata daripada hanya menandakan kepatuhan ESG,” tegasnya.
Selain itu, Sachin mengatakan penting juga agar kerangka kerja tersebut ramah konsumen dan melindungi hak konsumen.
“Terakhir, ini juga harus lebih selaras dan tidak seperti kerangka kerja ESG berbelit-belit lainnya yang sulit dipahami. Kerangka kerja harus dirancang sedemikian rupa sehingga seluruh ekonomi dapat memahami dan bertransaksi satu sama lain dengan cara yang lebih sederhana,” katanya.
Yang pasti, kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi energi dengan menyediakan pemantauan waktu nyata, mengoptimalkan konsumsi energi, dan memungkinkan pengelolaan sumber daya energi yang lebih tepat.
Ini, pada akhirnya, mengarah pada pengurangan limbah dan peningkatan keberlanjutan di berbagai sektor.
Sachin mengatakan sebagian besar sumber energi terbarukan saat ini adalah matahari dan hidro yang sangat tidak dapat diprediksi, dipengaruhi oleh cuaca serta kecepatan dan arah angin.
“AI dan IoT digunakan untuk menyesuaikan cara panel surya dan turbin angin bergerak, memastikan mereka diposisikan dan bergerak pada kecepatan yang tepat untuk memaksimalkan produksi energi," ujarnya.
“Dalam hal distribusi, AI mampu melakukan pelacakan real time yang efisien terhadap pasokan dan permintaan energi serta mencocokkan keduanya, terutama di seluruh periode yang bervariasi seperti siang dan malam," jelas Sachin.
Baca juga: Bagaimana Satelit Bantu Pantau Inisiatif ESG di Berbagai Industri?
“Demikian pula, di sisi konsumsi, AI mampu menganalisis pola konsumsi terperinci dan mengidentifikasi area di mana konsumen dapat lebih hemat energi,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di The Star dengan judul: "Performance, talent key to sustainability targets"
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya