Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teknologi Ciptaan BRIN Disebut Bisa Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Kompas.com, 18 November 2024, 14:10 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi landfill mining, yang dapat mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif dan material bangunan.

Periset dari Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN Prihartanto mengungkapkan, teknologi itu dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Landfill mining merupakan terobosan yang sangat menjanjikan untuk mengatasi permasalahan over kapasitas sampah di Bantargebang,” kata Prihartanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/11/2024).

Baca juga:

Prihartanto menjelaskan, landfill mining dikembangkan pada 2019 dan telah mengolah 150 ton sampah per hari.

Hasil olahan sampah menjadi 30 ton bahan bakar refuse derived fuel (RDF) dan 41,5 ton material sejenis tanah. Kemudian kapasitas pengolahannya brrtambah hingga 1.000 ton per hari.

"Salah satu dampak positif yang langsung terlihat, yaitu tingginya permintaan dari industri semen, yang menjadi konsumen utama RDF," ucap Prihartanto.

Kini, PT Indocement mengambil 550 ton RDF per hari dan berencana menambah hingga 3.000 ton per harinya. Sedangkan PT Solusi Bangun Indonesia (Holcim) menggunakan 150 ton RDF per hari.

Prihartanto mengungkapkan, sampah berusia 16-18 tahun yang terkubur di zona 4B TPST Bantargebang didominasi oleh plastik, material sejenis tanah, dan sampah organik.

“Komposisi ini memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan,” tutur dia.

Baca juga:


Ia menilai, tantangan utama dalam teknologi landfill mining ialah tingginya kadar air dalam material sampah yang digali. Karenanya, para peneliti terus mengembangkan metode untuk menurunkan kadar air agar memenuhi standar industri.

Prihartanto menegaskan bahwa selain mengurangi volume sampah, landfill mining juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif untuk keberlanjutan lingkungan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kebakaran di Kalimantan Barat, 78,3 Hektar Area Hutan Hangus
Kebakaran di Kalimantan Barat, 78,3 Hektar Area Hutan Hangus
Pemerintah
KKP Masih Hitung Nilai Ekonomi Karbon dari Ekosistem Laut
KKP Masih Hitung Nilai Ekonomi Karbon dari Ekosistem Laut
Pemerintah
Virus Nipah, Indikator Gagalnya Relasi Manusia dan Lingkungan
Virus Nipah, Indikator Gagalnya Relasi Manusia dan Lingkungan
LSM/Figur
Virus Nipah Terjadi Musiman, BRIN Ingatkan Pola Penularan dan Risiko di Indonesia
Virus Nipah Terjadi Musiman, BRIN Ingatkan Pola Penularan dan Risiko di Indonesia
Pemerintah
Ada Sejumlah Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Implementasikan WtE
Ada Sejumlah Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Implementasikan WtE
LSM/Figur
Waspada Longsor Susulan di Cisarua, Pakar ITB Jelaskan Langkah Mitigasi
Waspada Longsor Susulan di Cisarua, Pakar ITB Jelaskan Langkah Mitigasi
LSM/Figur
Jakarta Terancam Tenggelam, Pemprov Tekan Pengambilan Air Tanah
Jakarta Terancam Tenggelam, Pemprov Tekan Pengambilan Air Tanah
Pemerintah
Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga 2 Februari, Ini Wilayah yang Harus Waspada
Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga 2 Februari, Ini Wilayah yang Harus Waspada
Pemerintah
Lemahnya Etika Sosial Proyek Panas Bumi di Indonesia
Lemahnya Etika Sosial Proyek Panas Bumi di Indonesia
Pemerintah
Konservasi Terumbu Karang Indonesia Diperkuat Lewat Pendanaan TFCCA
Konservasi Terumbu Karang Indonesia Diperkuat Lewat Pendanaan TFCCA
Pemerintah
Emisi Listrik China dan India Turun, Pertama Kalinya dalam 52 Tahun
Emisi Listrik China dan India Turun, Pertama Kalinya dalam 52 Tahun
Pemerintah
UHN Dirikan Sustainabilitas Center of Sustainability Studies, Jawab Tantangan Keberlanjutan
UHN Dirikan Sustainabilitas Center of Sustainability Studies, Jawab Tantangan Keberlanjutan
Swasta
UNDRR: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Nipah di Asia
UNDRR: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Nipah di Asia
LSM/Figur
Pakar ITB Sebut Longsor Cisarua Dipicu Hujan Ekstrem, Bagaimana dengan Alih Fungsi Lahan?
Pakar ITB Sebut Longsor Cisarua Dipicu Hujan Ekstrem, Bagaimana dengan Alih Fungsi Lahan?
LSM/Figur
AS Resmi Menarik Diri dari Perjanjian iklim Paris
AS Resmi Menarik Diri dari Perjanjian iklim Paris
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Teknologi Ciptaan BRIN Disebut Bisa Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat