Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komisi UE Perkirakan Investasi Obligasi Hijau Bisa Kurangi Emisi 55 Juta Ton Per Tahun

Kompas.com, 26 November 2024, 20:44 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Komisi Uni Eropa (UE) mengumumkan peluncuran Laporan Alokasi dan Dampak Obligasi Hijau Next Generation EU (NGEU) 2024 pekan lalu.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa investasi yang didanai oleh obligasi hijau dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga sekitar 55 juta ton per tahun di seluruh UE.

Sebagai informasi, Next Generation EU diluncurkan oleh Komisi UE pada tahun 2021 sebagai program pemulihan yang dibentuk untuk merespons krisis Covid-19, yang mendukung pemulihan ekonomi UE lebih hijau, digital, dan tangguh.

Penerbitan obligasi hijau pertama di bawah NGEU sendiri diselesaikan pada Oktober 2021, dan hingga saat ini UE telah menerbitkan lebih dari 65 miliar euro Obligasi Hijau NGEU.

Baca juga:

Sementara itu, mengutip ESG Today, Selasa (26/11/2024) kategori investasi yang memenuhi syarat dibiayai oleh Obligasi Hijau NGEU meliputi energi & jaringan bersih, adaptasi perubahan iklim, transportasi & infrastruktur bersih, teknologi digital yang mendukung transisi hijau.

Selain itu juga efisiensi energi, perlindungan alam, rehabilitasi dan keanekaragaman hayati, kegiatan penelitian dan inovasi yang mendukung transisi hijau, serta penyediaan air & pengelolaan limbah.

Namun hingga saat ini, pengeluaran yang dibiayai oleh Obligasi Hijau NGUE didominasi oleh tiga kategori utama, efisiensi energi (42 persen), transportasi & infrastruktur bersih (34persen), dan energi & jaringan bersih (8,7 persen).

Selama tahun lalu, pengeluaran NGUE yang dibiayai dengan hasil obligasi hijau telah meningkat secara signifikan menjadi sekitar 265 miliar euro.

Dengan peningkatan tersebut, estimasi implementasi penuh dalam beberapa tahun mendatang yang dapat didanai oleh Obligasi Hijau NGEU akan mengurangi emisi GRK di UE sebesar 55 juta ton per tahun, lebih cepat dari estimasi tahun lalu yang diperkirakan sebesar 44, 2 ton.

Baca juga:

Sumber pengurangan emisi yang paling signifikan berasal dari energi bersih dan investasi jaringan, sebesar 21,8 juta ton dan transportasi dan infrastruktur bersih sebesar 20,4 juta ton.

"Peluncuran penuh investasi yang didanai oleh Obligasi Hijau NGUE diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) Uni Eropa hingga 55 juta per tahun, setara dengan GRK yang dikeluarkan oleh 15 juta rumah tangga Uni Eropa," ungkap Johannes Hahn, Komisaris Anggaran dan Administrasi Komisi UE.

"Obligasi Hijau NGEU juga memberikan kombinasi unik bagi investor yakni aman, berkelanjutan, dan sukses," tambah Hahn lagi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
450 Spesies Ular Terancam Punah, Studi Soroti Peran Orangtua Bentuk Persepsi Anak
450 Spesies Ular Terancam Punah, Studi Soroti Peran Orangtua Bentuk Persepsi Anak
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang Jadi Tanda Rusaknya Ekosistem Hutan
Banjir Bandang Berulang Jadi Tanda Rusaknya Ekosistem Hutan
Pemerintah
Pencairan Es Antartika Ubah Sirkulasi Laut dan Pengaturan Iklim Global
Pencairan Es Antartika Ubah Sirkulasi Laut dan Pengaturan Iklim Global
LSM/Figur
Satgas RDF Rorotan Dibentuk, Warga dan Pemprov Jakarta Sepakat Cari Sumber Bau
Satgas RDF Rorotan Dibentuk, Warga dan Pemprov Jakarta Sepakat Cari Sumber Bau
LSM/Figur
KLH Sepakati Fatwa MUI Haramkan Buang Sampah ke Sungai dan Laut
KLH Sepakati Fatwa MUI Haramkan Buang Sampah ke Sungai dan Laut
Pemerintah
Kemunculan Beruang di Talamau Resahkan Warga, BKSDA Sumbar Turun Tangan
Kemunculan Beruang di Talamau Resahkan Warga, BKSDA Sumbar Turun Tangan
Pemerintah
Siswa SMAN 2 Semarang Ubah Kebiasaan Kecil Jadi Gerakan Hidup Sehat
Siswa SMAN 2 Semarang Ubah Kebiasaan Kecil Jadi Gerakan Hidup Sehat
LSM/Figur
51 Persen Terumbu Karang Dunia Memutih akibat Gelombang Panas 2014–2017
51 Persen Terumbu Karang Dunia Memutih akibat Gelombang Panas 2014–2017
LSM/Figur
Januari 2026 Termasuk Bulan Terpanas dalam Sejarah
Januari 2026 Termasuk Bulan Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
PBB Sebut Kerja Sama Iklim Global Terancam, Ajak Negara untuk Bersatu
PBB Sebut Kerja Sama Iklim Global Terancam, Ajak Negara untuk Bersatu
Pemerintah
Harimau Beku Ditemukan dalam Freezer, 2 Orang di Vietnam Ditangkap
Harimau Beku Ditemukan dalam Freezer, 2 Orang di Vietnam Ditangkap
Pemerintah
Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Bisa Berdampak pada Kesehatan Jangka Panjang
Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Bisa Berdampak pada Kesehatan Jangka Panjang
Pemerintah
Donald Trump Sebut Krisis Iklim Penipuan, Ilmuwan Ingatkan Dampaknya pada Kesehatan
Donald Trump Sebut Krisis Iklim Penipuan, Ilmuwan Ingatkan Dampaknya pada Kesehatan
LSM/Figur
Krisis Iklim, Perusahaan Prioritaskan Ketahanan Rantai Pasok
Krisis Iklim, Perusahaan Prioritaskan Ketahanan Rantai Pasok
LSM/Figur
Penyu Bertelur Lebih Awal dan Lebih Sedikit akibat Krisis Iklim
Penyu Bertelur Lebih Awal dan Lebih Sedikit akibat Krisis Iklim
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau