KOMPAS.com - Kematian pohon di perkotaan menjadi lebih umum ditemui pada abad ke-21.
Fenomena ini terutama disebabkan oleh kekeringan, gelombang panas, hama, kebakaran hutan, yang semuanya menjadi lebih sering terjadi akibat perubahan iklim.
Temuan tersebut merupakan hasil dari sebuah studi baru yang dilakukan oleh University of Eastern Finland di Finlandia.
Dalam studinya, peneliti mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kematian pohon di hutan rekreasi perkotaan di Helsinki, yang dikenal sebagai Helsinki Central Park.
Terletak di zona boreal, spesies pohon utama yang ditemukan di hutan perkotaan ini meliputi cemara Norwegia, pinus Skotlandia, dan birch perak.
Baca juga: 3 Situs Warisan Dunia di Indonesia Terancam Perubahan Iklim, Ini Daftarnya
Peneliti kemudian menggunakan data citra udara dengan rentang 16 tahun, dari 2005 hingga 2021 untuk mengidentifikasi pohon yang mati.
Mereka membandingkan kematian pohon yang diamati dengan data spesies pohon, jenis tanah, kondisi suhu dan curah hujan, serta indeks tingkat keparahan kekeringan.
"Beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan kematian pohon di hutan kota ini, dan kami merasa penting untuk menyelidiki faktor-faktor yang mendasarinya," kata Johanna Jääskeläinen, penulis utama studi dari University of Eastern Finland, dikutip dari Science Daily, Senin (3/3/2025).
Hasilnya peneliti menemukan pohon, khususnya pinus tetap mati meski memiliki akar tunggang yang dalam.
Sementara bagi pohon cemara, risiko kematian terbesar ditimbulkan oleh kumbang kulit pohon cemara. Populasi kumbang tersebut meningkat pesat di hutan boreal karena perubahan iklim.
Baca juga: Berapa Banyak Spesies yang Akan Punah akibat Perubahan Iklim?
Temuan ini pun dapat membantu dalam perencanaan dan zonasi yang membantu melindungi lokasi pertumbuhan pohon dengan baik dan tahan terhadap iklim.
Samuli Junttila, Associate Professor Kesehatan Hutan dan Pengamatan Bumi di University of Eastern Finland mencatat hutan perkotaan mendinginkan iklim lokal dan mencegah efek pulau panas perkotaan dan melindungi manusia.
"Penting untuk diingat bahwa menjaga tutupan mengurangi kematian pohon," tambah Junttila.
Studi dipublikasikan di Urban Forestry and Urban Greening.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya