Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kiat-kiat Kurangi Sampah saat Berburu Takjil

Kompas.com, 3 Maret 2025, 13:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Momen berburu takjil merupakan salah satu hal yang ditunggu saat bulan Ramadhan.

Aneka makanan dan kudapan yang dijajakan para penjual menjelang berbuka sangatlah menggugah selera.

Terkadang, kita menjadi "lapar mata" hingga membeli jajanan dalam jumlah yang banyak. Padahal ketika berbuka, tak jarang ada makanan yang terbuang karena kekenyangan.

Baca juga: Sambut Ramadhan Lebih Ramah Lingkungan, Ini 7 Tip Kurangi Sampah Sisa Makanan

Padahal, menyisakan dan membuang makanan menjadi salah satu kegiatan yang tidak baik dan berdampak buruk ke lingkungan.

Oleh karena itu, demi mewujudkan Ramadhan yang lebih ramah lingkungan, kita bisa memulainya dengan cara sesimpel membatasi takjil.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut kiat-kiat mengurangi sampah makanan dimulai saat kita berburu takjil.

Baca juga: Usai Ramadhan, Capaian Takwa dan Keberlanjutan Lebih Penting

Membeli makanan sesuai kebutuhan

Tentukan kudapan yang ingin dibeli sesuai kebutuhan dan hindari "lapar mata". Saat berbuka puasa, kita perlu bertanggung jawab untuk menghabiskan makanan yang dibeli.

Apabila kita membeli terlalu banyak makanan untuk takjil, potensi makanan yang terbuang juga semakin tinggi. 

Dengan membeli makanan sesuai kebutuhan, kita berpotensi menekan sampah sisa-sisa makanan. 

Baca juga: Tip Makan Bertanggung Jawab untuk Jalani Ramadhan Hijau

Membawa tas belanja

Saat berburu takjil, kita bisa membawa tas belanja sendiri untuk menampung makanan yang dibeli.

Dengan membawa tas belanja, kita tidak perlu menerima kantong plastik yang disediakan oleh penjual sehingga dapat menekan sampah plastik.

Mengurangi wadah minuman sekali pakai

Salah satu cara mengurangi wadah minuman plastik sekali pakai adalah membawa wadah minum sendiri.

Ketika membeli minuman untuk berbuka, kita bisa memakai wadah yang kita bawa sehingga mencegah timbulnya sampah dari wadah sekali pakai.

Baca juga: Bikin Ramadhan Lebih Nyaman, Nippon Sumbang 3.565 Liter Cat untuk 100 Masjid

Bawa wadah makanan sendiri

Dengan membawa wadah makanan sendiri, kita berpotensi menghindari penggunaan wadah styrofoam yang disediakan oleh penjual takjil.

Untuk diketahui, styrofoam merupakan salah satu sampah yang tidak bisa terurai di lingkungan.

Menghindari styrofoam berarti turut membantu menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak tercemar.

Baca juga: Kurangi Sampah Makanan saat Ramadhan, Kontribusi Lestarikan Bumi

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau