Penulis
KOMPAS.com - Momen berburu takjil merupakan salah satu hal yang ditunggu saat bulan Ramadhan.
Aneka makanan dan kudapan yang dijajakan para penjual menjelang berbuka sangatlah menggugah selera.
Terkadang, kita menjadi "lapar mata" hingga membeli jajanan dalam jumlah yang banyak. Padahal ketika berbuka, tak jarang ada makanan yang terbuang karena kekenyangan.
Baca juga: Sambut Ramadhan Lebih Ramah Lingkungan, Ini 7 Tip Kurangi Sampah Sisa Makanan
Padahal, menyisakan dan membuang makanan menjadi salah satu kegiatan yang tidak baik dan berdampak buruk ke lingkungan.
Oleh karena itu, demi mewujudkan Ramadhan yang lebih ramah lingkungan, kita bisa memulainya dengan cara sesimpel membatasi takjil.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut kiat-kiat mengurangi sampah makanan dimulai saat kita berburu takjil.
Baca juga: Usai Ramadhan, Capaian Takwa dan Keberlanjutan Lebih Penting
Tentukan kudapan yang ingin dibeli sesuai kebutuhan dan hindari "lapar mata". Saat berbuka puasa, kita perlu bertanggung jawab untuk menghabiskan makanan yang dibeli.
Apabila kita membeli terlalu banyak makanan untuk takjil, potensi makanan yang terbuang juga semakin tinggi.
Dengan membeli makanan sesuai kebutuhan, kita berpotensi menekan sampah sisa-sisa makanan.
Baca juga: Tip Makan Bertanggung Jawab untuk Jalani Ramadhan Hijau
Saat berburu takjil, kita bisa membawa tas belanja sendiri untuk menampung makanan yang dibeli.
Dengan membawa tas belanja, kita tidak perlu menerima kantong plastik yang disediakan oleh penjual sehingga dapat menekan sampah plastik.
Salah satu cara mengurangi wadah minuman plastik sekali pakai adalah membawa wadah minum sendiri.
Ketika membeli minuman untuk berbuka, kita bisa memakai wadah yang kita bawa sehingga mencegah timbulnya sampah dari wadah sekali pakai.
Baca juga: Bikin Ramadhan Lebih Nyaman, Nippon Sumbang 3.565 Liter Cat untuk 100 Masjid
Dengan membawa wadah makanan sendiri, kita berpotensi menghindari penggunaan wadah styrofoam yang disediakan oleh penjual takjil.
Untuk diketahui, styrofoam merupakan salah satu sampah yang tidak bisa terurai di lingkungan.
Menghindari styrofoam berarti turut membantu menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak tercemar.
Baca juga: Kurangi Sampah Makanan saat Ramadhan, Kontribusi Lestarikan Bumi
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya