Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lestari Awards 2025: UMKM dan Korporasi Bersatu untuk Keberlanjutan

Kompas.com, 20 Maret 2025, 21:00 WIB
Zintan Prihatini,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - KG Media membuka kesempatan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk berpartisipasi bersama perusahaan besar dalam ajang penghargaan Lestari Awards 2025.

Langkah ini menekankan peran UMKM dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan, yang berdampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat.

Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat, UMKM menyumbang 61 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.

Pencapaian itulah yang menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia sekaligus aktor penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

"Dengan adanya kategori baru dan peluang bagi UMKM, kami berharap lebih banyak pelaku usaha dapat terlibat dalam perjalanan keberlanjutan ini," ujar VP Sustainability KG Media, Wisnu Nugroho, dalam keterangannya, Kamis (20/3/2025).

Wisnu menjelaskan bahwa Lestari Awards adalah ajang penghargaan tahunan yang mengakui dan merayakan organisasi dari berbagai skala bisnis yang berhasil menerapkan praktik keberlanjutan.

Ajang tersebut merupakan platform bagi pengsaha untuk berbagi pengalaman serta mendorong transformasi bisnis yang ramah lingkungan.

Tahun ini, peserta dapat mengajukan program keberlanjutan mereka dalam salah satu dari 14 kategori penghargaan.

Kategori Lingkungan (Environment) mencakup:

Sustainable Ecosystems Award - Upaya pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Waste Management Award – Program pengelolaan sampah dan pengurangan limbah.

Responsible Consumption & Production Award – Inisiatif produksi dan konsumsi berkelanjutan.

Renewable Energy Award – Implementasi energi terbarukan dalam operasional bisnis.

Energy Efficiency Award – Program efisiensi energi untuk mengurangi dampak lingkungan.

Kategori Sosial (Social) terdiri dari:

Diversity, Equity & Inclusion (DEI) Award – Upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara.

Human Rights & Labor Standards Award – Kepatuhan terhadap standar hak asasi manusia dan ketenagakerjaan.

Relations with Local Communities Award – Keterlibatan dan dukungan bagi komunitas lokal.

Talent Management Award – Program pengembangan keterampilan dan pemberdayaan tenaga kerja.

Good Health & Well-Being Award – Inisiatif yang berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.

Kategori Tata Kelola (Governance) mencakup:

Sustainable Supply Chain Award – Penerapan rantai pasok yang berkelanjutan.

Innovative Partnership Award – Kolaborasi lintas sektor yang berdampak positif.

Kategori Spesial

Transformation Award – Organisasi yang berhasil melakukan transformasi keberlanjutan secara signifikan.

Sustainable Product & Services Award – Produk dan layanan yang berkontribusi pada keberlanjutan.


"Beberapa pemenang akan mendapatkan golden ticket untuk mewakili Indonesia di Asia ESG Positive Impact Awards 2025, sebuah kompetisi regional yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia," kata Wisnu.

Link Pendaftaran

Pendaftaran Lestari Awards 2025 dibuka mulai 27 Februari-30 Juni 2025 di lama lestari.kgmedia.id/award.

Caranya, peserta harus mendaftar atau login menggunakan akun KG Media ID. Kemudian, peserta mengisi formulir pendaftaran dan pilih kategori penghargaan. Ketiga, peserta harus mengunggah dokumen pendukung dan menyelesaikan pembayaran.

Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang akan mendapatkan pembinaan eksklusif, beasiswa keberlanjutan dari Tanoto Foundation, serta publikasi luas senilai Rp 150 juta melalui KG Media. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi website resmi Lestari Awards 2025.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menunda Net Zero Picu Gelombang Panas Ekstrem, Wilayah Dekat Khatulistiwa Paling Terdampak
Menunda Net Zero Picu Gelombang Panas Ekstrem, Wilayah Dekat Khatulistiwa Paling Terdampak
LSM/Figur
Guru Besar IPB Sebut Kebun Sawit di Sumatera Bisa Jadi Hutan Kembali
Guru Besar IPB Sebut Kebun Sawit di Sumatera Bisa Jadi Hutan Kembali
Pemerintah
Banjir Sumatera Jadi Pelajaran, Kalimantan Utara Siapkan Regulasi Cegah Ekspansi Sawit
Banjir Sumatera Jadi Pelajaran, Kalimantan Utara Siapkan Regulasi Cegah Ekspansi Sawit
Pemerintah
Panas Ekstrem Ganggu Perkembangan Belajar Anak Usia Dini
Panas Ekstrem Ganggu Perkembangan Belajar Anak Usia Dini
Pemerintah
Implementasi B10 Hemat Rp 100 T Per Tahun, Ini Strategi Pertamina agar Pasokan Stabil
Implementasi B10 Hemat Rp 100 T Per Tahun, Ini Strategi Pertamina agar Pasokan Stabil
BUMN
Genjot Pengumpulan Botol Plastik PET, Coca-Cola Indonesia Luncurkan Program “Recycle Me” 2025
Genjot Pengumpulan Botol Plastik PET, Coca-Cola Indonesia Luncurkan Program “Recycle Me” 2025
Swasta
KLH Janji Tindak Tegas Perusahaan yang Picu Banjir di Sumatera Utara
KLH Janji Tindak Tegas Perusahaan yang Picu Banjir di Sumatera Utara
Pemerintah
27 Harimau Sumatera Terdeteksi di Leuser, Harapan Baru untuk Konservasi
27 Harimau Sumatera Terdeteksi di Leuser, Harapan Baru untuk Konservasi
LSM/Figur
Proyek Bioetanol Kurang Libatkan Petani, Intensifikasi Lahan Perkebunan Belum Optimal
Proyek Bioetanol Kurang Libatkan Petani, Intensifikasi Lahan Perkebunan Belum Optimal
Swasta
Perempuan dan Anak Jadi Korban Ganda dalam Bencana Sumatera, Mengapa?
Perempuan dan Anak Jadi Korban Ganda dalam Bencana Sumatera, Mengapa?
LSM/Figur
4 Gajah Terlatih Bantu Angkut Material akibat Banjir di Aceh
4 Gajah Terlatih Bantu Angkut Material akibat Banjir di Aceh
Pemerintah
BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Pemerintah
COP30 Dinilai Gagal Bangkitkan Ambisi Dunia Hadapi Krisis Iklim
COP30 Dinilai Gagal Bangkitkan Ambisi Dunia Hadapi Krisis Iklim
LSM/Figur
Dorong Kesejahteraan Masyarakat, IPB University Perkuat Sosialisasi CIBEST ke Berbagai Pesantren
Dorong Kesejahteraan Masyarakat, IPB University Perkuat Sosialisasi CIBEST ke Berbagai Pesantren
Pemerintah
Menteri LH Sebut Gelondongan Kayu Terseret Banjir Sumatera Bisa Dimanfaatkan
Menteri LH Sebut Gelondongan Kayu Terseret Banjir Sumatera Bisa Dimanfaatkan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau