Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMW Tetapkan Target Iklim Baru untuk 2035

Kompas.com, 7 Desember 2025, 15:43 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - BMW menetapkan target iklim baru untuk tahun 2035. Perusahaan otomotif ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 20 juta ton lebih banyak daripada yang pernah mereka rencanakan untuk dicapai pada 2030.

Target baru tersebut merupakan bagian dari strategi BMW untuk melakukan dekarbonisasi di sepanjang siklus hidupnya, dengan tujuan mencapai target nol emisi paling lambat 2050.

Baca juga:

"Hingga saat ini, perusahaan telah mengurangi sekitar 40 juta ton CO2e (karbon dioksida ekuivalen) di seluruh Scope 1, 2, dan 3 dibandingkan dengan tingkat tahun 2019. Perusahaan menyatakan bahwa, selain itu, dampak iklim dari model bisnis mereka juga akan berkurang secara drastis," tulis keterangan resmi BWM, dilansir dari Edie, Jumat (5/12/2025).

BMW tetapkan target iklim baru untuk 2035

Beberapa langkah kunci untuk mencapai target perusahaan meliputi peningkatan penggunaan energi terbarukan dalam produksi dan rantai pasokan, peningkatan efisiensi dalam fase penggunaan, dan inovasi dalam produk dan proses.

Dalam rantai pasokannya, BMW berfokus pada perluasan penggunaan bahan baku sekunder dan energi terbarukan, khususnya pada komponen-komponen dengan emisi CO2e tinggi seperti baterai tegangan tinggi, aluminium, dan baja.

Inovasi-inovasi baru juga diperkenalkan di seluruh produk, termasuk teknologi baterai generasi keenam perusahaan.

Baca juga:

Produksi seri BMW iX3 akan dimulai di Debrecen pada akhir 2025, setelah debut globalnya di Munich. Selanjutnya, sedan sporty yang juga menggunakan platform Neue Klasse akan menyusul diluncurkan pada 2026, diduga bernama i3.BMW Produksi seri BMW iX3 akan dimulai di Debrecen pada akhir 2025, setelah debut globalnya di Munich. Selanjutnya, sedan sporty yang juga menggunakan platform Neue Klasse akan menyusul diluncurkan pada 2026, diduga bernama i3.

Pihak BMW mencatat, permintaan global untuk kendaraan listrik saat ini tidak cukup untuk mencapai target CO2e yang ditetapkan untuk tahun 2030 dan 2035.

Oleh karena itu, BMW menargetkan seluruh rantai nilai untuk pengurangan emisi CO2e, terlepas dari varian penggeraknya.

Kendati demikian, BMW menyatakan, tonggak baru ini juga akan bergantung pada faktor-faktor eksternal, termasuk transformasi industri baja menuju baja dengan emisi CO2e yang lebih rendah, serta kemajuan dalam ekonomi sirkular dan pengembangan teknologi sel baterai.

Lebih lanjut, BMW mencatat pula beberapa kemajuan terkait transisi kendaraan listrik. Pada tahun 2024, hampir seperempat dari penjualan global BMW setidaknya sebagian merupakan kendaraan listrik, dengan kendaraan listrik penuh mencapai sekitar 17 persen.

BMW ini saat ini memiliki lebih dari 15 model kendaraan listrik di hampir setiap kategori mobil utama yang mereka jual.

BMW juga menawarkan pengembalian baterai dan kendaraan bekas secara gratis di lebih dari 2.800 titik pengumpulan di 32 negara, mengantisipasi pengawasan ketat terhadap limbah kendaraan listrik.

Baca juga: 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau