JAKARTA, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melakukan sejumlah inisiatif untuk mendukung keberlanjutan.
Selain mengembangkan pasar untuk produk semen hijau dan produk turunan ramah lingkungan, perseroan juga meningkatkan efisiensi sumber daya dan optimalisasi produksi melalui implementasi advanced-process control, pemanfaatan bahan baku alternatif.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan selain itu, perseroan juga mengakselerasi pemanfaatan bahan bakar alternatif melalui substitusi penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara.
Baca juga: Setengah Emisi CO2 Dunia Berasal dari 36 Perusahaan Bahan Bakar Fosil
"Beragam inisiatif keberlanjutan yang dilakukan oleh SIG berhasil menurunkan emisi karbon pada produk-produknya hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional," jelasnya dalam keterangan resmi pekan lalu.
Vita menuturkan pada 2024, SIG mencatatkan penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1 sebesar 19,5 persen dibandingkan baseline tahun 2010.
Sementara itu, emisi GRK cakupan 2 (emisi tidak langsung dari energi listrik) berhasil turun sebesar 16,4 persen dibanding baseline tahun 2019.
Capaian ini diperoleh dari konsistensi Perusahaan untuk terus meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif dari biomassa, refuse-derived fuel (RDF) dan limbah industri.
Baca juga: Permintaan Bahan Bakar Nabati Diprediksi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2050
"SIG juga terus mengembangkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya pada unit-unit operasionalnya, serta konversi gas panas buang menjadi energi listrik (Waste Heat Recovery Power Generation/WHRPG)," pungkasnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya