"Ini berarti bahwa perusahaan-perusahaan sedang berada di garis depan dalam upaya untuk menciptakan masa depan transportasi yang lebih sehat dan ramah lingkungan," ungkap Kepala transportasi Climate Group Dominic Phinn.
"Agar perusahaan-perusahaan tersebut dapat terus memajukan upaya mereka dalam beralih ke kendaraan listrik kondisi operasional yang tepat seperti infrastruktur pengisian daya yang memadai, insentif keuangan, dan peraturan yang mendukung juga perlu segera diterapkan," tambahnya.
Pembuat kebijakan di seluruh dunia harus segera meningkatkan upaya mereka untuk menciptakan kondisi yang diperlukan untuk mempercepat transisi tersebut.
Penelitian baru menunjukkan, perusahaan-perusahaan global juga membuat kemajuan dalam mengurangi perjalanan.
Penerbangan perusahaan, yaitu penerbangan yang dilakukan karyawan perusahaan untuk keperluan bisnis di perusahaan-perusahaan terbesar di dunia, turun sebesar 34 persen antara tahun 2019 dan 2023.
Namun, meskipun perusahaan multinasional mengurangi jumlah penerbangan, 44 persen perusahaan yang diperingkat masih belum memiliki target untuk mengurangi emisi perjalanan bisnis.
Menurut laporan tersebut, 25 perusahaan yang paling sering melakukan penerbangan dan belum punya target untuk mengurangi polusi udara, menghasilkan 6,9 juta ton emisi CO2 setiap tahunnya.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Insentif Mobil Listrik Tetap Ada pada 2025
Perusahaan-perusahaan dalam kelompok ini meliputi Volkswagen, Johnson & Johnson, Bosch, Netflix, Comcast, dan Walt Disney Company.
Laporan menunjukkan, perusahaan yang menetapkan target jelas untuk mengurangi polusi udara dari perjalanan bisnis mereka, berhasil mengurangi rata-rata sebesar 48 persen.
Sementara perusahaan-perusahaan yang memiliki target yang kurang jelas atau kurang spesifik mengurangi emisi mereka sebesar 41 persen.
Perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki target perjalanan udara hanya mengurangi emisi sebesar 28 persen.
"Ini berarti bahwa ada perubahan yang jelas menuju perjalanan yang lebih terencana dan pengurangan frekuensi penerbangan. Banyak perusahaan berhasil mengurangi perjalanan mereka tanpa kehilangan daya saing mereka. Namun, beberapa perusahaan yang lambat dalam mengadopsi praktik tersebut membahayakan kemajuan keseluruhan," papar Denise Auclair, kepala Travel Smart.
"Artinya, sudah waktunya bagi perusahaan-perusahaan yang menghasilkan polusi tinggi dan belum memiliki target pengurangan emisi untuk mengikuti contoh yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan lain," katanya lagi.
Mengurangi emisi dari penerbangan bisnis adalah salah satu solusi tercepat dan termudah bagi perusahaan untuk mencapai tujuan keberlanjutan mereka dan menjadi tempat kerja yang disukai banyak orang.
Baca juga: Peneliti UI Bikin Tabung Listrik Motor Konversi, Bisa Di-charge Tenaga Surya
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya