Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peduli Kesehatan Masyarakat, Viva Apotek Raih Penghargaan CSR Terbaik 2025

Kompas.com, 9 Mei 2025, 09:13 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Komitmen Viva Apotek untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat kembali membuahkan hasil.

Melalui program tanggung jawab sosial bertajuk “Sehat Bersama VIVA”, jaringan apotek ini berhasil meraih penghargaan CSR Terbaik 2025 untuk kategori Pharmaceutical Retail dalam ajang "7th Indonesia 50 Best CSR Awards 2025" yang digelar oleh The Iconomics, akhir April 2025.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya kami bukan hanya soal pelayanan farmasi semata, melainkan bagaimana Viva Apotek bisa berkontribusi secara konkret untuk kesejahteraan sosial dan berdampak positif,” ujar Direktur Viva Apotek Fendy Pan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (9/5/2025).

Baca juga: Tanoto-Gates Kerja Sama untuk Kesehatan dan Pendidikan di Asia

Program Sehat Bersama VIVA merupakan inisiatif corporate social responsibility (CSR) yang terstruktur dan berkelanjutan. Sepanjang 2024 hingga kuartal pertama 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 5.000 penerima manfaat.

Kegiatan yang dilakukan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat prasejahtera, edukasi mengenai pola hidup sehat, pembagian vitamin dan obat-obatan esensial, hingga hiburan dan dukungan psikososial untuk anak-anak panti asuhan dan lansia di panti jompo.

Program digelar secara langsung di berbagai kota besar seperti Solo, Semarang, Surabaya, dan Bekasi, dengan sasaran utama kelompok rentan seperti anak yatim piatu, lansia, dan masyarakat marginal. Viva Apotek merancang setiap rangkaian kegiatan dengan tujuan menciptakan dampak jangka panjang, baik dari sisi literasi kesehatan maupun pemberdayaan sosial.

Hasil survei internal Viva Apotek menunjukkan, lebih dari 80 persen peserta program mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pola hidup sehat. Sementara itu, lebih dari 60 persen peserta lansia merasa lebih dihargai secara sosial dan emosional setelah mengikuti kegiatan yang digelar tim Viva Apotek.

Baca juga: Viva Apotek dan Benih Baik Bersinergi, Hadirkan Bantuan Kesehatan untuk Masyarakat

Melihat hasil positif tersebut, Viva Apotek berencana memperluas jangkauan program CSR ini ke lebih banyak wilayah.

“Kami menargetkan jumlah penerima manfaat meningkat dua kali lipat pada akhir 2025. Kami juga akan menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat dampak sosial secara kolektif,” tambah Fendy.

Ajang Indonesia 50 Best CSR Awards yang diselenggarakan oleh The Iconomics dikenal sebagai salah satu barometer prestasi CSR di Indonesia. Setiap tahun, lembaga riset ini menilai ratusan program CSR dari berbagai sektor industri berdasarkan efektivitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap masyarakat serta keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hanya 50 perusahaan terpilih yang berhak menerima penghargaan tersebut.

Viva Apotek meyakini bahwa kontribusi terhadap kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dari sisi layanan farmasi, tetapi juga harus hadir langsung untuk menjawab kebutuhan sosial.

“Memberikan akses kesehatan yang merata dan kepedulian terhadap sesama adalah fondasi utama bagi kemajuan bangsa,” kata Fendy.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Pemerintah
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Pemerintah
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Pemerintah
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Pemerintah
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Pemerintah
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
LSM/Figur
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
LSM/Figur
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Pemerintah
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Swasta
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
Swasta
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
LSM/Figur
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
LSM/Figur
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
BUMN
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau