Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hollywood Beraksi, Desak Penyedia Dana Pensiun Lepas dari Investasi Energi Kotor

Kompas.com, 26 Juni 2025, 15:33 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber esgdive

KOMPAS.com - Lebih dari 200 anggota serikat pekerja terbesar di Hollywood, yaitu Screen Actors Guild dan American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA), mendesak pengelola dana pensiun mereka agar berhenti berinvestasi di perusahaan yang terkait dengan bahan bakar fosil.

Aktor-aktor papan atas seperti Jane Fonda, Don Cheadle, dan Mark Ruffalo termasuk di antara mereka yang menandatangani surat terbuka.

Surat tersebut meminta pengelola Dana Pensiun SAG-Producers untuk menghapus atau mengeluarkan investasi lebih dari 100 juta dolar AS yang diinvestasikan secara langsung di perusahaan bahan bakar fosil dari portfolio mereka.

SAG-Producers Pension Plan adalah dana pensiun yang dibentuk untuk anggota SAG-AFTRA yaitu serikat pekerja yang mewakili aktor, penyiar, dan profesional media lainnya di Amerika Serikat.

Baca juga: Ketidakpastian Ekonomi Hambat Investasi Mineral Kritis

Dana ini bertujuan untuk memberikan tunjangan pensiun bagi para anggotanya. Saat ini SAG-Producers Pension Plan mengelola dana lebih dari 5 miliar dolar AS.

Namun dalam sebuah kampanye bertajuk Retire Big Oil, para aktor mendesak pengelola dana pensiun untuk menghentikan investasi SAG-Producers Pension Plan di perusahaan minyak dan gas besar.

Kampanye juga mendesak agar SAG-Producers Pension Plan mengalokasikan kembali setidaknya 10 persen dari uang yang ditarik itu ke dalam investasi yang lebih ramah lingkungan serta memiliki dampak sosial yang positif dalam jangka waktu lima tahun.

Mengutip ESG Dive, Kamis (26/6/2025) surat terbuka tersebut menyebut investasi di bahan bakar fosil tidak hanya buruk bagi planet tetapi juga finansial setiap anggota serikat.

Para aktor memberikan bukti kepada pengelola dana pensiun bahwa berdasarkan data indeks sektor S&P Global, bahan bakar fosil adalah sektor ekonomi dengan kinerja terburuk dalam 10 tahun terakhir.

Hal tersebut menunjukkan bahwa investasi di sektor tersebut telah menghasilkan pengembalian yang rendah dibandingkan dengan sektor lain, sehingga berpotensi merugikan tujuan pensiun para anggota.

"Mencabut investasi dari Big Oil bukan hanya hal yang benar secara moral, tetapi juga merupakan tanggung jawab finansial bagi para pekerja dan pensiunan karena dunia bergerak cepat menuju energi bersih," ungkap Don Cheadle, salah satu aktor yang terkenal dalam perannya di film Avengers.

Baca juga: Investasi Energi Dunia Melonjak ke Rekor 3,3 Triliun Dollar AS pada 2025

SAG-Producers Pension Plan sendiri memiliki lebih dari 65.000 peserta.

Kampanye Retire Big Oil muncul sebagai respons atau setelah peristiwa kebakaran hutan dahsyat yang terjadi pada bulan Januari di Los Angeles yang menyebabkan kerugian besar dalam hal lahan, finansial, pengungsian, dan nyawa.

Todd Paglia, Direktur Eksekutif Stand.earth mengatakan di tengah krisis iklim yang nyata, SAG-Producers Pension Plan dapat memimpin dengan mengambil langkah-langkah investasi yang bertanggung jawab secara lingkungan, yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi para anggotanya dan juga planet ini.

"Bersama-sama, kami mendesak SAG-AFTRA untuk menyelaraskan investasinya dengan nilai-nilai yang kami perjuangkan di layar dan di luar layar yakni keberlanjutan, keadilan, dan keamanan jangka panjang," katanya.

The Global Fossil Fuel Divestment Commitments Database mencatat bahwa ada 1.667 institusi yang telah melakukan divestasi dari bahan bakar fosil.

Mayoritas dari institusi tersebut adalah organisasi keagamaan, diikuti oleh institusi pendidikan dan pengelola dana pensiun.

Total nilai aset kolektif dari institusi-institusi ini mencapai sekitar 40,76 triliun dolar AS.

Angka yang sangat besar ini menunjukkan bahwa divestasi dari bahan bakar fosil bukan lagi gerakan kecil, melainkan telah menjadi tren finansial yang signifikan secara global.

Baca juga: IEA Prediksi Penurunan Permintaan Minyak Global Mulai 2030

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tantangan Indonesia Swasembada Garam 2027, Produksi hingga Kualitas
Tantangan Indonesia Swasembada Garam 2027, Produksi hingga Kualitas
Pemerintah
Masuk Pasar Indonesia, Findev Canada Investasi Rp 504 Miliar ke IIF
Masuk Pasar Indonesia, Findev Canada Investasi Rp 504 Miliar ke IIF
BUMN
Profil 5 Perusahaan China yang Lolos Tender PSEL Danantara
Profil 5 Perusahaan China yang Lolos Tender PSEL Danantara
Pemerintah
Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, DLH Banten Kejar Target Bersih dalam 2 Minggu
Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, DLH Banten Kejar Target Bersih dalam 2 Minggu
Pemerintah
Perancis Minta Warga Batasi Makan Daging Demi Iklim dan Kesehatan
Perancis Minta Warga Batasi Makan Daging Demi Iklim dan Kesehatan
Pemerintah
Sektor Jasa Meningkat Namun Lapangan Kerja Layak Jauh dari Harapan
Sektor Jasa Meningkat Namun Lapangan Kerja Layak Jauh dari Harapan
Pemerintah
Atasi Air Sadah di Sumbawa, Siswa SMAN 1 Kembangkan Alat Distilasi Sederhana
Atasi Air Sadah di Sumbawa, Siswa SMAN 1 Kembangkan Alat Distilasi Sederhana
LSM/Figur
40 Persen Perusahaan Lebih Hati-hati Komunikasikan Keberlanjutan
40 Persen Perusahaan Lebih Hati-hati Komunikasikan Keberlanjutan
LSM/Figur
Pemkab Paser Bangun 2 TPST, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Semen
Pemkab Paser Bangun 2 TPST, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Semen
Pemerintah
AOP Exhibition, Wadah Berbagi Penerapan ESG untuk Anak Perusahaan Astra Otoparts
AOP Exhibition, Wadah Berbagi Penerapan ESG untuk Anak Perusahaan Astra Otoparts
Swasta
Hemat Energi dan Air, Palembang Icon Raih Sertifikasi EDGE Bertaraf Global
Hemat Energi dan Air, Palembang Icon Raih Sertifikasi EDGE Bertaraf Global
Swasta
Kompas Gramedia Resmikan 'Waste' Station untuk Daur Ulang Sampah
Kompas Gramedia Resmikan "Waste" Station untuk Daur Ulang Sampah
Swasta
149 Daerah Berstatus Sangat Kotor dalam Adipura, Kepala Daerahnya Bakal Diperiksa
149 Daerah Berstatus Sangat Kotor dalam Adipura, Kepala Daerahnya Bakal Diperiksa
Pemerintah
Banjir Jadi Faktor Pendorong Polusi Plastik di Sungai dan Laut
Banjir Jadi Faktor Pendorong Polusi Plastik di Sungai dan Laut
LSM/Figur
Eropa Larang Pemusnahan Pakaian Tak Laku, Industri Fashion Wajib Kelola Stok
Eropa Larang Pemusnahan Pakaian Tak Laku, Industri Fashion Wajib Kelola Stok
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau