Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

40 Persen Perusahaan Lebih Hati-hati Komunikasikan Keberlanjutan

Kompas.com, 12 Februari 2026, 17:13 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Sebagian besar perusahaan memajukan inisiatif keberlanjutan mereka selama setahun terakhir meski regulasi terus berubah, menurut survei baru yang dirilis oleh penyedia solusi data bisnis dan pelaporan, Workiva.

Kendati demikian, lebih dari 40 persen perusahaan menyatakan mereka tetap melakukannya sembari lebih berhati-hati dalam berkomunikasi secara eksternal mengenai keberlanjutan.

Baca juga: 

Studi Workiva’s 2026 Executive Benchmark Report ini dilakukan dengan menyurvei hampir 1.500 profesional di organisasi global dari berbagai fungsi, termasuk departemen keuangan dan akuntansi, keberlanjutan, audit internal, operasional, dan hukum.

Survei juga menyertakan lebih dari 300 investor institusional di seluruh Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, dilansir dari ESG Today, Kamis (12/2/2026).

"Mencapai keseimbangan yang baik antara keuntungan bisnis dan mitigasi risiko kini menjadi tantangan yang dihadapi oleh tim keberlanjutan global, saat mereka berhadapan dengan tekanan yang saling bertentangan dan lingkungan regulasi yang tidak pasti," ucap Wakil Presiden Strategi Regulasi di Workiva, Andromeda Wood.

Perusahaan dan inisiatif keberlanjutan

Perubahan strategi komunikasi keberlanjutan

Survei Workiva pada 1.500 profesional global menunjukkan 40 persen perusahaan lebih hati-hati mengomunikasikan keberlanjutan di tengah ketidakpastian.Dok. Freepik/Freepik Survei Workiva pada 1.500 profesional global menunjukkan 40 persen perusahaan lebih hati-hati mengomunikasikan keberlanjutan di tengah ketidakpastian.

Di antara temuan utama terkait keberlanjutan, survei menemukan adanya pergeseran signifikan dalam strategi komunikasi keberlanjutan perusahaan-perusahaan yang menghadapi tekanan yang sering bertentangan, dari ketidakpastian regulasi, retorika politik, hingga tuntutan investor.

Studi mengindikasikan bahwa 43 persen perusahaan melaporkan menjadi lebih berhati-hati dalam berkomunikasi mengenai keberlanjutan secara eksternal selama setahun terakhir, tapi tetap terus memajukan insiatif tersebut secara internal.

Sementara itu, 47 persen perusahaan melaporkan bahwa mereka menjadi lebih terbuka dalam mengomunikasikan upaya keberlanjutan secara eksternal.

Hal yang perlu diperhatikan, hanya tiga persen perusahaan yang disurvei mengatakan bahwa mereka telah menghentikan atau mengurangi komunikasi atau inisiatif keberlanjutan.

Sementara itu, hanya enam persen yang menyatakan bahwa komunikasi mereka tentang keberlanjutan tetap tidak berubah selama setahun terakhir.

Baca juga:

Survei Workiva pada 1.500 profesional global menunjukkan 40 persen perusahaan lebih hati-hati mengomunikasikan keberlanjutan di tengah ketidakpastian.Pexels Survei Workiva pada 1.500 profesional global menunjukkan 40 persen perusahaan lebih hati-hati mengomunikasikan keberlanjutan di tengah ketidakpastian.

Survei tersebut juga menemukan bahwa upaya berkelanjutan perusahaan dalam mengejar inisiatif dan komunikasi keberlanjutan didukung oleh pertimbangan bisnis dan permintaan informasi dari investor.

Lebih lanjut, studi mencatat pula kinerja keuangan dan profitabilitas saat ini menjadi pendorong utama yang paling sering disebut dalam upaya keberlanjutan perusahaan, dengan hanya 12 persen yang melaporkan mitigasi risiko sebagai pendorong utama.

Selain itu, 94 persen investor institusional yang disurvei menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan faktor-faktor ESG (Environment, Social, Governance) dalam keputusan investasi mereka.

Kemudian, ada 97 persen yang setuju bahwa data keuangan dan data non-keuangan sangat penting untuk menilai risiko jangka panjang.

Baca juga: 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
LSM/Figur
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
LSM/Figur
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
LSM/Figur
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau