Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RILIS BIZ

Masjid Jami Soeprapto Soeparno Dibangun, Simbol Inklusi dan Upaya Merawat Nilai-nilai Sosial

Kompas.com, 9 Juli 2025, 14:41 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Semangat inklusi dan kontribusi sosial menjadi dasar utama dalam renovasi dan pengembangan Masjid Jami Soeprapto Soeparno di kawasan Kampung Makassar, Jakarta Timur (Jaktim).

Masjid tersebut dibangun kembali sebagai bentuk kesinambungan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan almarhum Soeprapto Soeparno, pendiri masjid tersebut pertama kali pada 1979.

Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) M Feriadi Soeprapto mengatakan, masjid tersebut merupakan cerminan filosofi hidup sang ayah yang menekankan pentingnya nilai kepedulian dan kebermanfaatan.

Masjid Jami Soeprapto Soeparno menjadi landmark baru bukan hanya memperkaya arsitektur kota, melainkan juga memberikan dampak positif bagi kehidupan spiritual dan sosial masyarakat sekitar,” ujar Feriadi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (9/7/2025).

Baca juga: Masjid Modern Tidak Butuh Menara dan Kubah

Ia berharap, masjid tersebut menjadi mercusuar kebaikan, tempat di mana nilai-nilai berbagi, memberi, dan menyantuni yang menjadi filosofi dasar dapat tumbuh dan berkembang.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Yulina Hastuti menambahkan, pembangunan masjid merupakan bentuk kontribusi sosial yang menyentuh akar kebutuhan masyarakat.

Pembangunan Masjid Jami Soeprapto Soeparno merupakan bentuk kontribusi sosial yang menyatukan, menguatkan, dan memberdayakan.

“Amanah almarhum tentang pentingnya menjunjung nilai inklusivitas, serta kepedulian kepada anak-anak yatim, ibu janda, dan penyandang tunanetra, menjadi landasan utama dari inisiatif ini,” tuturnya.

Baca juga: Kini, Beribadah di Masjid Haji Keuchik Leumik Bisa Lewat Jembatan Ini

Bangunan masjid yang inklusi

Terletak di Jalan Pusdiklat Depnaker, masjid tersebut berdampingan langsung dengan Taman Yayasan Tuna Netra (Yatuna) Soeprapto Soeparno yang juga merupakan bagian dari warisan sosial keluarga.

Dalam proses pengembangan terbarunya, masjid dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat spiritual, sosial, dan komunitas yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.

Pembangunan kembali masjid ini menjadi kelanjutan dari gagasan sang istri, Nuraini Soeprapto Soeparno, untuk melanjutkan cita-cita sang suami.

Sebagai bentuk penghormatan dan keberlanjutan nilai-nilai tersebut, proyek pengembangan dimulai secara simbolis melalui peletakan batu pertama oleh Nuraini pada awal Juli 2025.

Baca juga: 100 Pasangan Nikah Massal di Masjid Istiqlal, Mahar Ditanggung Kemenag

Adapun Masjid Jami Soeprapto Soeparno berdiri di atas lahan seluas 12.520 meter persegi, dengan luas bangunan utama sekitar 1.700 meter persegi yang terdiri dari dua lantai.

Ruang-ruang terbuka, seperti teras belakang dan dua balkon, turut melengkapi desainnya, menjadikan masjid ini mampu menampung ribuan jamaah sekaligus menyatu secara harmonis dengan lingkungan sekitar.

Ahmad Yuniarto, putra sulung Soeprapto Soeparno, menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini merupakan kelanjutan dari dedikasi keluarga dalam menghadirkan ruang ibadah yang tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga kuat secara nilai.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menakar Potensi Green Jobs di Indonesia, Mulai Dilirik Pekerja Muda
Menakar Potensi Green Jobs di Indonesia, Mulai Dilirik Pekerja Muda
LSM/Figur
Kemenhut Tangkap Aktor Kunci Komplotan Pembalakan Liar TN Baluran
Kemenhut Tangkap Aktor Kunci Komplotan Pembalakan Liar TN Baluran
Pemerintah
Perubahan Arus Teluk di Atlantik Jadi Peringatan Dini Bagi Eropa
Perubahan Arus Teluk di Atlantik Jadi Peringatan Dini Bagi Eropa
LSM/Figur
Kenalan dengan Tanaman Baru yang Daunnya Mirip Lidah Kucing, Ditemukan di Tapanuli
Kenalan dengan Tanaman Baru yang Daunnya Mirip Lidah Kucing, Ditemukan di Tapanuli
Pemerintah
Lego Investasikan Rp 47,3 Miliar untuk Teknologi Serap Karbon
Lego Investasikan Rp 47,3 Miliar untuk Teknologi Serap Karbon
Swasta
China Targetkan Pangkas Intensitas Karbon 17 Persen pada 2030
China Targetkan Pangkas Intensitas Karbon 17 Persen pada 2030
Pemerintah
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
LSM/Figur
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
LSM/Figur
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
LSM/Figur
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau