Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Pertanian Berkelanjutan di Jawa Timur, Ribuan Petani Tanam Melon DAVINA F1 dan Catatkan Rekor Muri

Kompas.com, 18 Juli 2025, 21:15 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lebih dari seribu petani dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti panen serentak melon varietas DAVINA F1 di Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Rabu (16/7/2025).

Kegiatan tersebut tak hanya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai “Panen Melon dengan Jumlah Peserta Terbanyak di Indonesia”, tetapi juga menjadi bukti nyata kolaborasi untuk mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Panen raya yang digelar di lahan seluas 1 hektare itu diprakarsai oleh PT East West Seed Indonesia (EWINDO), yakni produsen benih hortikultura dengan merek dagang Cap Panah Merah.

Managing Director EWINDO Glenn Pardede menyebut kegiatan tersebut merupakan bukti konkret bagi para petani atas keunggulan benih melon DAVINA F1.

“Petani butuh bukti. Hari ini, kami menyediakannya. Kami berharap semakin banyak petani yang menanam melon DAVINA F1 karena produktivitasnya nyata,” ujar Glenn sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (18/7/2025).

Perwakilan Muri Sri Widayati turut mengapresiasi inisiatif tersebut.

“Ini adalah kali pertama kami menerima pengajuan rekor untuk panen melon dengan peserta terbanyak. Panen ini kegiatan luar biasa yang menandai semangat kolaboratif para petani,” katanya.

Potensi Nganjuk dan peluang peningkatan produksi melon

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Rudy Prasetya menjelaskan, Jawa Timur merupakan sentra utama produksi melon nasional dan menyumbang sekitar 42 persen dari total produksi.

Kabupaten Nganjuk sendiri, meski baru berkontribusi sekitar 2 persen, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan hortikultura unggulan.

“Dengan dukungan benih unggul, seperti DAVINA F1, kami optimistis Nganjuk bisa meningkatkan kontribusinya secara signifikan terhadap produksi melon nasional,” ujar Rudy.

Baca juga: Atasi Fragmentasi Informasi, Pertanian Berkelanjutan Butuh Pendekatan Digital

Sejalan dengan itu, Glenn menambahkan bahwa pihaknya telah menjangkau petani di seluruh wilayah Jawa Timur.

Untuk memperkuat hasil pertanian, lanjutnya, EWINDO juga menyiapkan tim pendamping lapangan guna membantu petani meningkatkan produktivitas. Target panen yang ditetapkan bahkan mencapai 45 ton per hektar.

Melon DAVINA F1 dikenal memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung sistem pertanian intensif dan berkelanjutan.

Komoditas tersebut memiliki ketahanan terhadap virus yang umum menyerang melon lokal. Masa panen pun lebih cepat, yaitu sekitar 55 hari setelah tanam, ketimbang melon pada umumnya.

Menariknya, kualitas buah juga tahan lama dalam penyimpanan dan cocok untuk distribusi pasar modern.

Menurut Glenn, keunggulan tersebut tak hanya membantu petani memperoleh hasil maksimal, tetapi juga mengurangi kebutuhan pestisida. Hal ini sejalan dengan prinsip pertanian ramah lingkungan.

Baca juga: Bioteknologi Kurangi Emisi Pertanian, Selamatkan 231 Juta Hektar Lahan

Salah satu petani peserta, Suharyadi, yang berasal dari Nganjuk mengakui keunggulan tersebut. Ia telah menanam melon DAVINA F1 selama setahun terakhir dan mencatat hasil yang memuaskan.

Panen Raya Melon di Jawa Tengah yang diikuti lebih dari 1.000 petani menorehkan rekor MMuri sebagai ?Panen Melon dengan Jumlah Peserta Terbanyak di Indonesia?, Dok Ewindo Panen Raya Melon di Jawa Tengah yang diikuti lebih dari 1.000 petani menorehkan rekor MMuri sebagai ?Panen Melon dengan Jumlah Peserta Terbanyak di Indonesia?,

“Dalam waktu sekitar 60 hari setelah pindah tanam, tanaman sudah bisa dipanen. Kami bisa panen tiga kali setahun. Ini sangat menguntungkan,” ujarnya.

Dorong pertanian berkelanjutan

Panen raya tersebut menunjukkan bahwa ekosistem pertanian sejatinya tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan.

Untuk mendukung hal itu, EWINDO juga memberikan edukasi agrikultur kepada petani serta menyediakan benih unggul yang mampu beradaptasi dengan tantangan iklim dan penyakit tanaman.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang turut hadir dalam acara panen massal tersebut juga mengapresiasi kolaborasi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta dalam mendukung kemandirian pangan berbasis inovasi.

Menurutnya, panen serentak melon DAVINA F1 menggambarkan arah masa depan pertanian Indonesia yang lebih tangguh, efisien, dan ramah lingkungan.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga mendapat sorotan luas di media sosial dengan kampanye bertagar #carabisapanenmakmur dan #panenmakmur. Kampanye ini merupakan ajakan kepada masyarakat dan petani untuk turut membangun praktik pertanian berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk DAVINA F1 dan solusi pertanian lainnya dari Cap Panah Merah, masyarakat dapat mengakses laman resmi di https://info.panahmerah.id/.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau