LAMPUNG, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastkan target penurunan emisi pada dokumen rencana aksi iklim kedua atau Nationally Determined Contribution (NDC) 3.0 lebih ambisius dibandingkan sebelumnya.
Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH, Ary Sudijanto, menyebut kini dokumen tersebut masih dalam tahap finalisasi.
"Kami rencananya mungkin minggu depan atau minggu berikutnya akan sekali lagi mengumpulkan file second NDC, jadi kementerian lembaga terkait untuk membahas hasil permodelan final dari second NDC Indonesia," ujar Ary saat ditemui dalam acara Bakti Lingkungan Djarum Foundation di Lampung, Kamis (31/7/2025).
Dia menjelaskan, berbeda dari pendekatan sebelumnya yang menggunakan skenario business as usual, NDC kedua memakai skenario proyeksi emisi Current Policy Scenario (CPOS) dan data tahun 2019 untuk menentukan target penurunan emisi.
Baca juga: Pemerintah Godok NDC Iklim Kedua, Dipastikan Rampung Sebelum COP 30
Kata Ary, CPOS merupakan kelanjutan dari countermeasure 1 yakni kebijakan, program, dan aksi mitigasi utama dalam NDC sebelumnya.
Pada NDC pertama, Indonesia menargetkan penurunan 31,89 persen emisi dengan upaya sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional. Dalam perhitungan proyeksi emisi, pihaknya juga memakai skema pertumbuhan ekonomi rendah 6,3 persen dan tinggi 8 persen sesuai visi misi pemerintah.
Kendati demikian, Ary mengaku belum bisa memastikan berapa total emisi yang bakal ditargetkan di NDC kedua.
"Harapannya setelah itu (NDC kedua selesai), kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan sebelum 22 September kmi bisa submission ke UNFCCC," tutur dia.
Forestry and Other Land Use (FOLU) nantinya menjadi penyumbang terbesar dalam penurunan emisi. Pemerintah menargetkan sektor ini akan mencapai kondisi net sink, memangkas 114 juta ton CO2 ekuivalen pada 2030.
Baca juga: Krisis Iklim Picu Kerugian Rp 550 T, Transisi Energi Mutlak untuk Pertumbuhan Ekonomi
Diberitakan sebelumnya, Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq, membeberkan bahwa NDC 3.0 menggunakan tahun referensi 2019 yakni target penurunan 1 miliar ton CO2e tahun 2030, pengurangan emisi GRK 2030 sebesar 440 juta ton CO2e pada 2030, dan 525.410 ton CO2e di 2035.
"Penyusunan dokumen dilakukan secara inklusif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan serta terintegrasi dalam agenda pembangunan nasional,” ungkap Hanif, Jumat (25/7/2025).
Dia menyatakan, NDC 3.0 akan menjadi dokumen transisi menuju periode pelaksanaan 2031–2035 sekaligus mencerminkan arah pembangunan jangka menengah Indonesia. Saat ini, pihaknya juga mempersiapkan skenario penurunan emisi setelah 2030 sebagai bagian dari peta jalan menuju Net Zero Emission 2060.
Baca juga: Pemerintah Godok NDC Iklim Kedua, Dipastikan Rampung Sebelum COP 30
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya