Dari Januari hingga Juni, suhu permukaan laut tetap berada pada rekor tertinggi yang terus meningkat.
Rata-rata global melampaui rekor tahun 2023 sebesar 0,06 derajat C. Angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi sangat signifikan dalam konteks iklim. Fenomena El Niño yang kuat, ditambah dengan pemanasan stabil selama puluhan tahun, mendorong kenaikan ini.
Hamparan lautan yang luas mengalami gelombang panas laut yang memutihkan terumbu karang, mendorong ikan berpindah ke wilayah baru, dan mengganggu seluruh rantai makanan.
Rata-rata, lautan mengalami gelombang panas selama 100 hari di tahun 2024, sementara periode dingin jarang terjadi—hanya sembilan hari sepanjang tahun.
Baca juga: Hanya Sedikit Orang Indonesia Beli Mobil Listrik Demi Atasi Perubahan Iklim
Lautan menyerap lebih dari 90 persen panas berlebih dari gas rumah kaca. Pada tahun 2024, kandungan panas laut hingga kedalaman 2.000 meter mencapai rekor tertinggi yang pernah ada.
Permukaan air laut global mencapai rekor baru untuk tahun ke-13 berturut-turut—lebih dari 10 sentimeter di atas level tahun 1993.
Air yang lebih hangat akan memuai, dan es yang mencair dari Greenland, Antartika, dan gletser menambah volume air. Hasilnya, risiko banjir meningkat dan air asin meresap ke dalam pasokan air tawar.
Pada tahun 2024, terjadi 82 siklon tropis yang diberi nama. Jumlah ini lebih sedikit dari rata-rata, tetapi tetap mematikan.
Contohnya saja,Badai Helene menyebabkan banjir di beberapa wilayah AS, menewaskan lebih dari 200 orang.
Di Asia, Topan Super Yagi melanda Tiongkok dan Vietnam, menewaskan lebih dari 800 orang.
Banyak badai menguat dengan kecepatan yang tidak biasa, dipicu oleh air laut yang lebih hangat.
Hasil penelitian ini pun menegaskan realitas perubahan iklim, seiring suhu global terus mencapai rekor tertinggi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya