Oleh karena itu, para investor tidak memiliki informasi yang memadai untuk mengetahui apakah perusahaan akan mengurangi risiko tersebut secara tepat.
Laporan tersebut mengungkapkan, berdasarkan konsultasi yang dilakukan, para investor ingin lebih memahami bagaimana perusahaan mengidentifikasi dan memprioritaskan dampak serta ketergantungan material mereka.
Baca juga: Tambang Ancam Ekosistem Kerapu dan Ketahanan Pangan di Raja Ampat
Mereka juga mencari kejelasan tentang target yang ditetapkan sebagai tanggapan, langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi risiko di seluruh rantai nilai, dan cara-cara tindakan tersebut mendukung pergeseran pasar menuju hasil yang lebih berkelanjutan.
Lebih lanjut, laporan ini menawarkan kerangka kerja yang bisa menjadi panduan bagi investor. Kerangka ini berfokus pada empat area utama yang harus dijalankan perusahaan yakni menilai dampak dan ketergantungan yang dimiliki, membuat komitmen dan menetapkan target, mentransformasi rantai nilai serta menciptakan lingkungan yang kondusif.
Kerangka kerja tersebut selaras dengan inisiatif-inisiatif yang sudah ada, seperti pendekatan dari Business for Nature, Science-Based Targets Network, Nature Action 100, dan pendekatan "LEAP" dari Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD).
Laporan tersebut juga menekankan bahwa transparansi perusahaan akan menjadi sangat penting.
Pengungkapan informasi mengenai dampak, risiko, target, dan strategi tidak hanya memungkinkan investor untuk mengambil keputusan yang tepat, tetapi juga memenuhi persyaratan pelaporan yang muncul di bawah mekanisme seperti TNFD (Taskforce on Nature-related Financial Disclosures) dan EU’s Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD).
Baca juga: Hadapi Krisis Iklim, Bone dan TTS Masukkan Pangan Lokal ke Kurikulum
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya