Lebih lanjut, para pelaku bisnis sedang mendesak para pembuat kebijakan untuk mempercepat transisi ini.
Sebuah survei terhadap lebih dari 1.400 eksekutif di 15 negara menemukan bahwa lebih dari 90 persen dari mereka menganggap listrik dari energi terbarukan sebagai faktor yang sangat penting dalam keputusan investasi baru.
Setengah dari mereka mengatakan bahwa mereka akan memindahkan operasional perusahaan jika pemerintah tidak mendukung transisi energi bersih.
Kingsmill Bond, seorang ahli strategi energi dari Ember, mengatakan, dunia sedang mengalami transformasi energi paling mendalam sejak pergeseran dari biomassa ke bahan bakar fosil pada abad ke-18.
"Di seluruh negara dan sektor, teknologi elektrifikasi terbukti unggul dalam hal efisiensi, biaya, dan keamanan. Teknologi ini menggantikan bahan bakar fosil, bukan menambahkannya, sehingga mengganggu industri bahan bakar fosil sambil menciptakan generasi baru pemenang perusahaan teknologi elektrifikasi," tambahnya.
Baca juga: Ketegangan Politik Global Seharusnya Picu Transisi Energi, Kenapa Indonesia Masih Impor?
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya