Berdasarkan analisis Bain terhadap lebih dari 35.000 pernyataan CEO selama beberapa tahun terakhir, ada pergeseran pandangan yang jelas di kalangan para pemimpin bisnis.
Mereka beralih dari melihat keberlanjutan sebagai isu kepatuhan dan moral, menjadi isu yang berfokus pada penyelarasan keberlanjutan dengan risiko inti bisnis dan faktor operasional.
Sebagai contoh, studi tersebut menemukan bahwa pada tahun 2025, 54 persen CEO menghubungkan keberlanjutan dengan nilai bisnis, angka ini naik signifikan dari hanya 34 persen pada tahun 2018.
Meskipun laporan tersebut menemukan bahwa para CEO secara keseluruhan lebih jarang berbicara tentang keberlanjutan, laporan itu juga menemukan bahwa perusahaan-perusahaan justru meningkatkan upaya keberlanjutan mereka.
Baca juga: Survei Bloomberg Sebut Investor Percaya dengan Masa Depan Investasi ESG
Sebagai contoh, 10 persen perusahaan meningkatkan ambisi target mereka dalam inisiatif SBTi, sementara hanya 4 persen yang menurunkannya.
Selain itu, dua pertiga perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 mereka.
Bain menemukan bahwa di antara 750 perusahaan B2B yang disurvei, mayoritas besar memperkirakan keberlanjutan akan memberikan dampak positif pada bisnis mereka dalam tiga tahun ke depan.
Keyakinan ini sangat kuat terutama di kalangan perusahaan yang memiliki pertumbuhan pendapatan tahunan lebih tinggi dari pesaingnya.
Sebanyak 90 persen dari perusahaan-perusahaan ini setuju dengan pandangan tersebut, jauh lebih tinggi dibandingkan 60 persen dari responden lainnya.
"Untuk keberlanjutan, tahun 2025 adalah tahun di mana para CEO mempercepat tindakan. Keberlanjutan tetap menjadi prioritas karena pelanggan dan konsumen menuntutnya. Risiko dan gangguan membuatnya menjadi suatu keharusan," ungkap Jean-Charles van den Branden, Pemimpin Praktik Keberlanjutan Global Bain, dan François Faelli, Kepala Kapabilitas Global di Bain.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya