Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapasitas PLTS Terpasang di Jakarta Capai 34 MWp, Disumbang oleh Perkantoran

Kompas.com, 25 September 2025, 09:05 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini, kapasitas PLTS terpasang di Jakarta sudah mencapai 34 MWp. Capaian tersebut sudah melampaui target 25 MWp untuk tahun 2025.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2023 tentang Rencana Umum Energi Daerah, kapasitas PLTS terpasang di Jakarta ditargetkan sebesar 200 megawatt peak (MWp) pada 2050.

"Memang kecil ya, kalau dibanding target seluruh Indonesia. Tapi ini sangat-sangat berarti ya sebagai bimbingan bagi kami dalam menjalankan program pembangunan PLTS di Jakarta," ujar Kepala Bidang Energi Provinsi DKI Jakarta, Andono Warih di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Baca juga: Proyek PLTS untuk Koperasi Merah Putih, IESR Ingatkan Risiko Mangkrak

Menurut Andono, bangunan komersial berskala kecil dan menengah berkontribusi besar dalam peningkatan kapasitas PLTS terpasang di Jakarta.

Berdasarkan data registrasi PLN, sekitar 300 unit bangunan komersial berskala kecil dan menengah, serta residential memasang PLTS di Jakarta setiap tahun.

Bangunan komersial berskala kecil dan menengah, serta residential biasanya memasang PLTS dengan kapasitas sekitar 500 Kilowatt peak (kWp).

"Artinya yang skalanya (bangunan komersialnya) enggak segede ini lah (mal Grand Indonesia yang memasang PLTS berkapasitas 1,4 MWp atau 1.400 kWp)," tutur Andono.

Gedung dan bangunan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov), kata dia, sudah banyak yang dipasang PLTS. Misalnya, gedung Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta.

"Itu seluruh Jakarta, gedung Pemprov DKI Jakarta itu meliputi sekolah, puskesmas, kantor-kantor Kecamatan dan sebagainya. Itu sudah kami instal (PLTS dengan total pada) 186 gedung," ucapnya.

Untuk pengembangan PLTS di permukiman padat penduduk, kata dia, Pemprov DKI Jakarta masih melakukan kajian, karena kurang sesuai untuk di Jakarta.

Baca juga: Indonesia Tertinggal dalam Pengembangan PLTS Dibanding Negara Tetangga

Pemprov DKI Jakarta juga masih mengidentifikasi berbagai potensi dalam mengembangkan PLTS yang dioperasionalkan untuk kebutuhkan komunal.

"Kami memang sedang menjajaki ya, model-model PLTS komunal. Ada best practice sebetulnya di Korea itu katanya ya lingkup RW itu ada inisiatif untuk membangun PLTS ground mounted yang (dipasang) di tanah untuk kebutuhan komunal public use-nya," ujar Andono.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau