Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
ADVERTORIAL

Gelar Humanitarian Dialogue, HFI Perkuat Solidaritas Lintas Iman dan Luncurkan Policy Rumah Ibadah Tangguh Bencana

Kompas.com, 26 September 2025, 13:04 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

HFI, katanya, rutin berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan lembaga terkait lainnya untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat.

Saat ini, kata dia, HFI tidak hanya fokus pada respons reaktif saat bencana terjadi, tetapi juga bagaimana memberdayakan masyarakat agar mereka menjadi tangguh. Dengan demikian, masyarakat bisa mengurangi risiko bencana secara mandiri dan tidak selalu bergantung pada bantuan dari luar.

“Sebagai forum yang menghimpun 20 lembaga kemanusiaan, HFI berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat dan membuat mereka menjadi tangguh. Jadi, tidak hanya saat ada bencana baru turun, tetapi justru bagaimana mereka bisa mengurangi atau meminimalkan risiko,” tutur Ali Yusuf.

Hal senada diungkapkan Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati yang hadir sebagai narasumber. Tomy meyakini, bekerja secara kolaborasi dapat menyelesaikan banyak hal dan berbagai masalah sekaligus menghasilkan dampak yang lebih besar.

“Dengan membawa kekuatan bersama, hal-hal kecil pun bisa kita lakukan bersama-sama untuk memperkuat peran masyarakat,” kata Tomy.

Sejalan dengan agenda pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan langkah HFI sejalan dengan agenda pemerintah.

Pemerintah membutuhkan mitra yang konsisten untuk menghadapi persoalan kemanusiaan. Oleh karena itu, ia mendorong sinergi yang lebih erat antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan.

“Kerja kemanusiaan yang dijalankan HFI sejalan dengan prioritas Kemenko PMK. Kami perlu bergerak bersama menghadapi tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga bencana sosial,” kata Pratikno.

Pada kesempatan sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa agama harus memberi arah bagi setiap kerja kemanusiaan. Pandangan ini mempertegas bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi moral yang kokoh bagi aksi kemanusiaan.

“Jika agama memandu, kerja kemanusiaan akan melahirkan kebaikan. Apa yang dilakukan HFI sangat tepat,” ungkap Nasaruddin.

Pusat ketangguhan bencana

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Dr Lilik Kurniawan, ST, MSi, menyoroti peran penting kolaborasi dalam menghadapi masalah kemanusiaan di Indonesia, terutama terkait bencana.

Meski bukan satu-satunya, bencana merupakan salah satu masalah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Saat ini, pemerintah memiliki 23 kementerian dan lembaga yang berkolaborasi dalam penanggulangan bencana. Meskipun BNPB memiliki mandat dari undang-undang untuk berada di garda terdepan, peran pihak lain sangat penting.

“Saya mengapresiasi HFI yang berhasil mengumpulkan 20 lembaga kemanusiaan. Ini sangat membantu kerja pemerintah,” kata Lilik.

Lilik juga memuji inisiatif HFI melalui RITB sebagai salah satu kunci penting dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, RITB harus didasarkan pada tiga pilar utama.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau