Penulis
KOMPAS.com - Industri makanan dan minuman (mamin) nasional menjadi penopang ekonomi, menunjukkan pertumbuhan positif sekitar 5,9 persen sepanjang 2024 dengan nilai mencapai Rp 1.647 triliun.
Data United States Department of Agriculture (USDA) yang diolah GoodStats ini menegaskan peran krusial sektor mamin, yang juga menjadi prioritas dalam peta jalan pemerintah Making Indonesia 4.0.
Tuntutan transformasi ini bukan hanya soal peningkatan efisiensi, tetapi juga memastikan transparansi dan keberlanjutan.
Dalam kuliah tamu di Binus University, Group Head Corporate Information Technology Garudafood, Johanes D. Hartanto, menekankan di era industri 4.0, data telah bertransformasi dari kebutuhan administratif menjadi aset strategis menentukan arah bisnis yang lebih tepat, efektif, dan berkelanjutan.
"Dengan pemanfaatan teknologi digital, data dapat diolah menjadi wawasan yang real-time sehingga manajemen dapat merespons perubahan pasar dengan lebih cepat, mengantisipasi risiko, sekaligus membuka peluang baru," jelas Johanes.
Penerapan ini menjadi fundamental bagi komitmen ESG, di mana transparansi dan akuntabilitas adalah inti dari praktik keberlanjutan. Data terintegrasi memungkinkan perusahaan mengukur, melacak, dan melaporkan kinerja lingkungan dan sosial dengan akurasi tinggi.
Selain teknologi big data, Garudafood memanfaatkan teknologi mutakhir seperti Internet untuk Segala (IoT), cloud computing, Kecerdasan Buatan (AI), dan Pembelajaran Mesin (ML).
Penggunaan teknologi-teknologi ini menciptakan efisiensi yang terukur mulai dari lini produksi hingga proses distribusi. Dalam konteks ESG, efisiensi ini berarti pengurangan limbah, optimalisasi sumber daya, dan jejak karbon yang lebih terkelola.
Menurut Johanes, setiap langkah transformasi digital berjalan beriringan dengan tata kelola data kuat, didukung kebijakan dan program edukasi perlindungan data. Komitmen ini menunjukkan perpaduan inovasi digital dengan tanggung jawab sosial.
Dalam konteks ini, Garudafood menunjukkan pemanfaatan teknologi digital dan data adalah jembatan menuju bisnis kompetitif sekaligus bertanggung jawab terhadap aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).
Upaya Garudafood menjalankan strategi keberlanjutan berbasis data ini telah diakui melalui sejumlah penghargaan, di antaranya Katadata Corporate Sustainability Awards (KCSA) dan TrenAsia ESG Award.
Ini menjadi bukti nyata transformasi digital dapat berjalan seiring dengan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan, sebuah pencapaian yang berakar pada tata kelola data yang kuat dan terintegrasi.
Dengan strategi ini, Johanes menegaskan pihaknya siap memperkuat posisi sebagai pemain utama industri makanan dan minuman nasional yang kompetitif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Baca juga: Kenali Data Driven Agar Berbisnis Lewat TikTok Lebih Optimal
Data driven menjadi kunci untuk menciptakan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan di tengah perubahan pasar yang cepat.
"Pemanfaatan data yang terintegrasi dan tata kelola yang kuat tidak hanya mendukung proses bisnis, tetapi juga memperkuat komitmen kami terhadap transparansi dan keberlanjutan," tutup Johanes.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya