Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation Buka Beasiswa ke AS untuk Profesional RI

Kompas.com, 26 September 2025, 19:45 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation bersama Alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI) kembali membuka program beasiswa TAMBA & SAMBA 2025.

Beasiswa ini ditujukan bagi para profesional Indonesia yang ingin melanjutkan studi di program International Business Education and Research (IBEAR MBA), University of Southern California (USC) Marshall School of Business, Amerika Serikat.

Program IBEAR MBA merupakan MBA satu tahun yang dirancang khusus untuk profesional berpengalaman menengah.

Baca juga: Pasar Modal Salurkan Bantuan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan di Aceh

Selama 12 bulan, peserta akan menempuh 56 SKS melalui 19 mata kuliah yang terbagi dalam enam periode intensif.

Salah satu keunggulannya adalah Global Consulting Project, yaitu proyek konsultasi bisnis internasional selama empat bulan yang memberi pengalaman langsung bekerja lintas negara dan industri.

“Program beasiswa ini menawarkan dukungan penuh (fully funded) bagi para profesional yang ingin melanjutkan studi One-Year IBEAR MBA di USC Marshall School of Business,” ujar Garibaldi Thohir, Ketua Yayasan Mochamad Thohir, salah satu pendonor beasiswa, Jumat (26/9/2025).

Penerima beasiswa akan mendapatkan fasilitas berupa biaya kuliah penuh (full tuition fee), tunjangan hidup sekitar 2.500 dollar AS per bulan, asuransi kesehatan yang termasuk dalam biaya kuliah, serta tiket pesawat internasional pulang-pergi.

Beasiswa ini ditujukan bagi profesional dengan pengalaman kerja minimal enam tahun, berusia maksimal 40 tahun per 31 Oktober 2025, belum pernah memiliki gelar pascasarjana, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor TOEFL iBT minimal 95 atau IELTS minimal 7.

Selain itu, kandidat juga harus memiliki potensi kepemimpinan dan bersedia kembali bekerja di Indonesia minimal lima tahun setelah lulus. Rekam jejak kontribusi sosial maupun kewirausahaan akan menjadi nilai tambah dalam seleksi.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman [www.ausci.org/scholarship](http://www.ausci.org/scholarship).

Baca juga: Tanoto Foundation Dorong Percepatan SDGs Bidang Pendidikan di Indonesia

Peserta diwajibkan mengunggah surat motivasi (personal statement), CV terbaru, ijazah dan transkrip akademik, hasil tes TOEFL/IELTS, dua surat rekomendasi, serta paspor yang masih berlaku.

Batas waktu pendaftaran telah diperpanjang hingga 31 Oktober . Peserta yang lolos seleksi awal akan mengikuti wawancara dengan komite beasiswa dan wawancara akhir bersama USC Marshall School of Business.

Garibaldi Thohir menyatakan beasiswa TAMBA & SAMBA tidak hanya menjadi kesempatan studi ke luar negeri, tetapi juga mendorong transformasi karier profesional Indonesia dengan bekal kompetensi global, perspektif internasional, dan jejaring kelas dunia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Paving Block Ramah Lingkungan, Manfaatkan Limbah Kerang dan Tambang
Paving Block Ramah Lingkungan, Manfaatkan Limbah Kerang dan Tambang
LSM/Figur
Keberlanjutan dan Hilirisasi Kelapa Sawit Jadi Kunci Lawan Gejolak Harga Global
Keberlanjutan dan Hilirisasi Kelapa Sawit Jadi Kunci Lawan Gejolak Harga Global
LSM/Figur
Gen Z Paling Khawatir Dampak AI, Baby Boomer Justru Percaya Diri
Gen Z Paling Khawatir Dampak AI, Baby Boomer Justru Percaya Diri
LSM/Figur
Salon Bisa Jadi Senjata Rahasia Melawan Krisis Iklim, Kok Bisa?
Salon Bisa Jadi Senjata Rahasia Melawan Krisis Iklim, Kok Bisa?
Pemerintah
Schneider Electric Kurangi 862 Juta Ton Emisi CO2 pada 2021–2025
Schneider Electric Kurangi 862 Juta Ton Emisi CO2 pada 2021–2025
Swasta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Modifikasi Cuaca Digelar di 3 Lokasi
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Modifikasi Cuaca Digelar di 3 Lokasi
Pemerintah
Krisis Iklim Bikin Industri Asuransi Asia Pasifik Cemas
Krisis Iklim Bikin Industri Asuransi Asia Pasifik Cemas
LSM/Figur
Nyanyi Bali dan Valrhona Kembangkan Kebun Kakao Berkelanjutan di Tabanan
Nyanyi Bali dan Valrhona Kembangkan Kebun Kakao Berkelanjutan di Tabanan
Swasta
Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Kata BMKG
Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Kata BMKG
Pemerintah
Artefak Bersejarah di Bawah Laut Terancam Krisis Iklim, Warisan Budaya Terancam Lenyap
Artefak Bersejarah di Bawah Laut Terancam Krisis Iklim, Warisan Budaya Terancam Lenyap
LSM/Figur
Jejak Karbon Industri Film Ternyata Besar, 65 Persen Emisi dari Transportasi
Jejak Karbon Industri Film Ternyata Besar, 65 Persen Emisi dari Transportasi
LSM/Figur
Ada Spesies Ngengat Baru di Indonesia, Dinamai Sutrisno dan Ubaidilla
Ada Spesies Ngengat Baru di Indonesia, Dinamai Sutrisno dan Ubaidilla
Pemerintah
Barito Renewables Rampungkan Penambahan Kapasitas PLTP di Jawa Barat
Barito Renewables Rampungkan Penambahan Kapasitas PLTP di Jawa Barat
Swasta
Pemerintah Bakal Restorasi 66.704 Hektar Lahan Tesso Nilo yang Rusak hingga 2028
Pemerintah Bakal Restorasi 66.704 Hektar Lahan Tesso Nilo yang Rusak hingga 2028
Pemerintah
Perempuan Hanya Punya 64 Persen Hak Hukum Dibanding Laki-laki
Perempuan Hanya Punya 64 Persen Hak Hukum Dibanding Laki-laki
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau