Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Grab Indonesia menghadirkan inisiatif “Teman Setara” untuk mendorong terciptanya budaya dan lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Melalui inisiatif ini, Grab mengajak mitra dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahasa isyarat sebagai jembatan komunikasi yang setara khususnya dengan penyandang disabilitas rungu.
Inisiatif ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif seperti penyediaan informasi bahasa isyarat di layanan GrabCar untuk Mitra Pengemudi dan penumpang, serta lokakarya dan pelatihan bahasa isyarat dalam acara Teras Perwira di tiga kota yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Baca juga: 80 Tahun Kemerdekaan, Kesetaraan di Indonesia Dinilai Belum Maksimal
Rivana Mezaya, Director of Digital and Sustainability, Grab Indonesia, mengatakan bahasa isyarat adalah bahasa kesetaraan.
"Sebagai komitmen jangka panjang kami di Indonesia, kami berharap langkah nyata ini dapat menumbuhkan inklusivitas, agar semua orang dapat merasa diterima dan berkembang bersama,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/10/2025).
Acara Teras Perwira spesial Hari Bahasa Isyarat Internasional telah menjadi agenda berkelanjutan sejak 2024, dan bertujuan untuk menghapus stigma terhadap disabilitas rungu, terutama mitra pengemudi dan mitra merchant.
Melalui edukasi dan kelas bahasa isyarat yang interaktif, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri para Mitra disabilitas rungu, serta memberdayakan komunitas GrabMerchant sebagai ruang kolaborasi yang mendorong pertumbuhan bersama, menciptakan lingkungan yang setara, suportif dan berkelanjutan.
Baca juga: Negara Berkembang Butuh 420 Miliar Dollar AS per Tahun untuk Kesetaraan Gender
Dengan target ratusan peserta pada acara tahun 2025, Teras Perwira merupakan wadah komunitas Mitra Merchant GrabFood dan GrabMart untuk berbagi ilmu dan menginspirasi usaha.
Tahun ini, Teras Perwira hadir spesial memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) melalui kolaborasi dengan GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia), Pusbisindo (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia), dan Konekin (Koneksi Indonesia Inklusif).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya