JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), mengungkapkan 15 danau di Indonesia masuk kategori kritis. Danau prioritas ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional.
Ini termasuk Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Singkarak di Sumatera Barat, Danau Maninjau di Sumatera Barat, Danau Kerinci di Jambi, Danau Rawa Danau di Banten, Danau Rawa Pening di Jawa Tengah, dan Danau Batur di Bali.
Lalu Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Kaskade Mahakam (Melintang, Semayang, dan Jempang) di Kalimantan Timur, Danau Sentarum di Kalimantan Barat, Danau Limboto di Gorontalo, Danau Poso di Sulawesi Tengah, Danau Tempe di Sulawesi Selatan, Danau Matano di Sulawesi Selatan, dan Danau Sentani di Papua.
"Jadi kondisinya kritis, kami pulihkan. Kami minta disusun rencana aksi konkret saya minta waktu sebulan dari sekarang, rencana aksi ini harus segera kami bicarakan di level ahli untuk mendapat review dari semua kementerian yang terlibat," ujar Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq, usai menghadiri Rakornas Penyelamatan Danau Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: DLH DKI: Sumber Pencemaran Sungai di Jakarta adalah Limbah Domestik
Danau di Indonesia, lanjut dia, mendapatkan perhatian internasional di tengah upaya pemerintah mengembalikan daya dukung dan daya tampungnya.
Di Pulau Jawa, sebagian besar danau mengalami erosi dan sedimentasi akibat maraknya keramba jaring apung (KJA). Hanif menyatakan, kondisi itu diperparah dengan banyaknya spesies invasif yang menurunkan kualitas danau.
"Kita dengar sering ada beberapa ikan mati di beberapa danau dan kami lakukan kajian memang timbulnya ada di pestisids ataupun makanan ikan yang kemudian terpapar di danau-danau tersebut," papar dia.
Hanif turut menyoroti gagalnya program penyelamatan danau prioritas. Danau Maninjau, misalnya, hasil penataan ruangnya menunjukkan angka nol persen. Sementara Danau Batur dan Tondano hanya mencapai 50 persen dalam kategori kebijakan dan anggaran.
Baca juga: Konsistennya Warga Badui Jaga Kawasan Hutan dan sumber mata air
Di kategori penyelamatan ekosistem perairan, sempadan, dan tangkapan air, Danau Tondano mendapatkan nilai terendah yakni 30 persen. Pada kategori penerapan riset, pemantauan dan basis data, Danau Limboto dan Singkarak memperlihatkan capaian nilai nol persen.
Untuk kategori pengembangan sosial ekonomi, penguatan kelembagaan dan peran masyarakat, Danau Singkarak menjadi yang terendah dengan capaian 33 persen.
"Tadi saya minta, hari ini para narasumber menyampaikan beberapa advice experience dari penanganan itu. Maka kami minta segera dibahas pada hari berikutnya untuk mengembalikan, meningkatkan optimalisasi dari fungsi-fungsi yang telah disusun berdasarkan mandat Peraturan Presiden," ucap Hanif.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya