Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belantara Foundation Gandeng LSM Amerika untuk Bangun Harmoni Manusia dan Gajah

Kompas.com, 13 Oktober 2025, 11:31 WIB
Add on Google
Yunanto Wiji Utomo

Penulis

KOMPAS.com - Upaya menyelamatkan gajah sumatra mendapat dorongan baru.

Belantara Foundation dan Conservation Allies resmi menandatangani piagam kerja sama untuk program Living in Harmony (Manusia–Gajah Liar Hidup Harmonis) di Lanskap Sugihan–Simpang Heran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan RI, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, M.Agr.Sc., dan Koordinator Regional Hutan dan Lahan Kering IUCN Asia, Satrio Wicaksono, Ph.D., di sela acara IUCN World Conservation Congress di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu (11/10/2025).

Kerja sama ini lahir dari keyakinan Belantara Foundation bahwa kelompok gajah di Lanskap Sugihan–Simpang Heran yang menjadi satu dari sedikit populasi gajah sumatra berpotensi bertahan jangka panjang kini menghadapi ancaman serius akibat tumpang tindih wilayah jelajah dengan area industri dan permukiman.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menjelaskan kerja sama ini bertujuan memperkuat program Living in Harmony yang telah dijalankan sejak tiga tahun lalu.

“Penandatanganan kesepakatan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen serius Conservation Allies, sebuah lembaga nirlaba yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat, untuk membantu Belantara Foundation melalui dana hibah serta penggalangan dana publik selama dua tahun di Amerika Serikat, dalam rangka membiayai sebagian program pelestarian gajah sumatra di Lanskap Sugihan-Simpang Heran, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan”, kata Dolly.

Baca juga: Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Kawasan HPL Aceh Timur

Menurutnya, Lanskap Sugihan–Simpang Heran yang dihuni sekitar 100–120 gajah liar juga penting bagi pembangunan ekonomi nasional dan penghidupan masyarakat desa. Karena itu, pendekatan inovatif dan kolaboratif diperlukan agar manusia dan gajah dapat hidup berdampingan.

"Diperlukan kolaborasi para pihak yang saling bersinergi dan saling mendukung, antara pihak pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, lembaga konservasi, masyarakat desa, serta media, agar hidup berdampingan secara harmonis antara manusia dengan gajah Sumatra yang kita impikan bersama dapat terwujud," tambahnya.

Presiden Conservation Allies, Dr. Paul Salaman, menilai program konservasi gajah sumatra yang dijalankan Belantara Foundation “sangat dibutuhkan di era ketika koeksistensi manusia dan satwa liar menjadi keniscayaan.”

“Kami berkomitmen kuat membantu melalui hibah, penggalangan dana publik, serta peningkatan kapasitas. Dana akan dikelola secara transparan dan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan lapangan,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Prof. Satyawan Pudyatmoko menyambut baik kolaborasi tersebut.

“Inisiatif ini sangat bagus dan kami berharap dapat mendukung upaya pemerintah dalam meminimalkan interaksi negatif manusia–gajah dan mengubahnya menjadi koeksistensi yang harmonis,” ujarnya.

Gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) merupakan satwa berstatus kritis (Critically Endangered) menurut IUCN Red List dan dilindungi oleh Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/2018.

Baca juga: Gajah Sumatera Mati di Aceh Timur, BKSDA Curigai Racun sebagai Sebab

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau