Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Ungkap Target Iklim Industri Sering hanya di Atas Kertas

Kompas.com, 13 Maret 2026, 17:11 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Apakah selama ini industri sudah melakukan upaya yang cukup untuk iklim, atau malah sebagian upaya tersebut masih terbatas rencana di atas kertas? 

Untuk mengetahui itu, peneliti dari Chalmers University of Technology di Swedia mencoba mencari tahu dengan meneliti bagaimana 20 perusahaan penyumbang emisi industri terbesar di Swedia berupaya mencapai target emisi nol bersih pada 2045.

Dalam studi berjudul Beyond leaders and laggards: How incumbents navigate transformative policy missions, yang diterbitkan dalam jurnal Energy Policy, para peneliti mengkaji bagaimana perusahaan penyumbang emisi terbesar berpartisipasi dalam program dukungan pemerintah untuk transisi iklim.

Baca juga:

Analisis ini didasarkan pada statistik emisi, data proyek dari Industrial Leap (Industriklivet) milik Badan Energi Swedia dan Climate Leap (Klimatklivet) milik Badan Perlindungan Lingkungan Swedia, serta analisis jaringan mengenai kolaborasi antar perusahaan dan aktor lainnya, dilansir dari Phys.org, Jumat (13/3/2026). 

Di balik upaya industri mengurangi emisi

Target ambisius tidak selalu berujung upaya serius

Studi menunjukkan, perusahaan dengan target iklim ambisius sedikit berpartisipasi dalam proyek transisi energi. Simak selengkapnya. Dok. SHUTTERSTOCK Studi menunjukkan, perusahaan dengan target iklim ambisius sedikit berpartisipasi dalam proyek transisi energi. Simak selengkapnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kaitan yang jelas antara ambisi iklim yang tinggi dengan tindakan nyata.

"Perusahaan industri besar bukan hanya bagian dari masalah iklim, mereka juga merupakan bagian penting dari solusinya," kata Hans Hellsmark, peneliti senior dalam Analisis Sistem Lingkungan di Departemen Manajemen Teknologi dan Ekonomi di Chalmers University of Technology, yang juga salah satu peneliti di balik studi tersebut.

Beberapa perusahaan dengan target iklim yang ambisius justru hanya berpartisipasi dalam sedikit proyek transisi.

Sebaliknya, ada perusahaan lain dengan target yang kurang menonjol yang justru sangat aktif dalam berbagai inisiatif seperti penggunaan hidrogen, elektrifikasi, dan penangkapan karbon.

Baca juga:

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan mengambil peran yang berbeda-beda dalam masa transisi.

Ada yang mendorong terobosan teknologi, ada yang membangun infrastruktur kritis, ada yang menguji solusi secara bertahap, dan ada pula yang tetap bersikap pasif.

Di Swedia, hanya 20 perusahaan penyumbang emisi terbesar sudah menyumbang hampir sepertiga total polusi gas rumah kaca negara tersebut.

Namun, perusahaan-perusahaan tersebut sangat sulit berubah karena mereka dinilai sudah terlalu menyatu dengan sistem, punya pabrik yang raksasa, modal yang tertanam untuk jangka sangat panjang, serta hubungan yang kuat dengan pemerintah dan pasar.

"Ini berarti bahwa pilihan strategis mereka misalnya, teknologi apa yang mereka pilih untuk investasi dan dengan siapa mereka bekerja sama sangat menentukan apakah kita akan benar-benar berhasil mencapai target iklim tersebut," ujar Hellsmark.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau