Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asia ESG PIA Digelar, Pertemukan 39 Perusahaan yang Berkomitmen Jalankan ESG

Kompas.com, 10 November 2025, 16:04 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Asia ESG Positive Impact Consortium (A-EPIC) menggelar Asia ESG Positive Impact Awards (Asia ESG PIA) 2025 di Sunway Resort Hotel, Malaysia, pada 6 November 2025.

Acara ini mempertemukan 39 perusahaan terpilih dari Malaysia, Indonesia, dan Filipina yang dinilai berhasil mentransformasi komitmen lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

A-EPIC merupakan aliansi tiga perusahaan media besar yakni Star Media Group dari Malaysia, KG Media dari Indonesia, dan The Philippine Daily Inquirer dari Filipina yang berdiri pada 2024.

Aliansi terbenruk berangkat dari keyakinan bahwa keselarasan narasi dan pertukaran pengetahuan lintas negara melalui media merupakan kunci dalam mempercepat transformasi berkelanjutan di Asia Tenggara.

“Di Malaysia, Indonesia, dan Filipina, tantangan keberlanjutan yang kita hadapi bersifat kolektif. Kebutuhan untuk bertindak bersama dan saling belajar kini semakin mendesak," kata Group Chief Executive Officer Star Media Group, Chan Seng Fatt, dalam keterangannya, ditulis Senin (10/11/2025).

Baca juga: Adaptasi Keberlanjutan, Lebih dari 1000 BPR di Indonesia akan Gunakan Platform ESG

"ESG, yang didukung oleh kolaborasi A-EPIC merupakan cetak biru untuk pertumbuhan yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi masa depan di Asia,” imbuh dia.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Peralihan Tenaga dan Transformasi Air Malaysia, Tuan Haji Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir, bersama perwakilan diplomatik dari Indonesia dan Filipina menegaskan pentingnya kolaborasi regional dalam memperkuat ekosistem keberlanjutan di kawasan.

Vice President Sustainability KG Media, Wisnu Nugroho, berpandangan kerja sama ini mendorong transformasi yang lebih autentik di tingkat perusahaan.

Asia ESG Positive Impact Awards adalah tempat bertemunya berbagai inisiatif nyata, dari tingkat UMKM hingga korporasi besar. Melalui A-EPIC, kami mendorong benchmarking yang autentik agar setiap perusahaan menanamkan ESG dalam DNA mereka, bukan sebagai jargon, tetapi sebagai komitmen yang diwujudkan secara nyata," ungkap Wisnu.

Sementara itu, Rudyard Arbolado, selaku President and CEO Philippine Daily Inquirer, menegaskan bahwa kolaborasi lintas batas menjadi kunci memperluas dampak ESG di kawasan. Kata dia, A-EPIC berkomitmen memperkuat kisah-kisah inspiratif agar semakin banyak sektor yang bergerak.

Baca juga: Indonesia Eximbank Bawa 14 Eksportir Binaan yang Berorientasi Keberlanjutan ke TEI 2025

"Kolaborasi lintas batas memungkinkan inisiatif ESG yang terbukti berhasil di satu negara menjadi solusi regional yang memperkuat standar akuntabilitas di Asia Tenggara,” ucap Arbolado.

Partisipasi hampir 300 perusahaan dalam Asia ESG PIA 2025 menunjukkan meningkatnya kesadaran dan komitmen dunia usaha terhadap keberlanjutan di kawasan.

Acara itu juga menjadi penutup rangkaian Asia ESG Summit 2025, forum yang mempertemukan pembuat kebijakan, investor, dan pemimpin bisnis untuk membahas strategi penerapan ESG di tingkat korporat dan regional.

Melalui sinergi antara Summit dan Awards, A-EPIC mendorong agenda bertema From Dialogue to Action, memperkuat keterhubungan antara kebijakan, inovasi korporat, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai informasi, KG Media adallah grup media di bawah Kompas Gramedia Group yang memiliki jangkauan audiens terbesar di Indonesia.

Perusahaan menawarkan solusi media yang paling komprehensif di berbagai platform utama, meliputi media cetak, televisi, digital, radio, podcast, pemasaran, serta solusi digital terintegrasi.

Dengan pengalaman lebih dari 55 tahun di industri media, KG Media telah menjangkau lebih dari 64 persen populasi nasional. Pencapaian ini didasarkan pada konsistensi dalam menyajikan konten bermutu tinggi kepada khalayak, sekaligus memberikan produk dan layanan unggulan bagi para pemangku kepentingan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Swasta
Prakiraan Cuaca  yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Prakiraan Cuaca yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
LSM/Figur
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Pemerintah
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Pemerintah
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
LSM/Figur
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Pemerintah
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Pemerintah
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Pemerintah
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Pemerintah
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
Pemerintah
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Swasta
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
Pemerintah
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
LSM/Figur
'Blue Carbon' Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
"Blue Carbon" Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau