Pemantauan tidak hanya mencakup kualitas air laut, tetapi juga kondisi sedimen, plankton, benthos, terumbu karang, dan ikan karang untuk memastikan ekosistem tetap terjaga.
Baca juga: Harita Nickel Dapat Penghargaan Bisnis dan HAM 2025 dari SETARA Institute
Sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut, Harita Nickel juga menebar reef cube yang berfungsi sebagai substrat pertumbuhan karang baru.
Inisiatif tersebut dapat membantu memulihkan habitat laut dan mengundang biota kembali ke perairan sekitar Pulau Obi.
Demi menguatkan komitmen, perusahaan juga telah mengajukan diri secara sukarela untuk diaudit secara independen oleh Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) pada 2024. Adapun IRMA Standard merupakan sertifikasi terketat di sektor tambang dan menjadi pengakuan global atas praktik tambang yang bertanggung jawab.
Menariknya, sebagian besar kebutuhan air untuk industri pertambangan Obi kini tak lagi bergantung pada air tawar. Lebih dari 90 persen air untuk operasional berasal dari laut, sedangkan sisanya dari air hujan yang ditampung dan didaur ulang.
“Pada akhirnya, menjaga air berarti menjaga kehidupan. Praktik GMP tidak hanya berbicara tentang efisiensi atau kepatuhan regulasi, tetapi tentang etika pengelolaan sumber daya alam. Pulau Obi memberi pelajaran penting bahwa dengan tata kelola air yang baik, kegiatan tambang berkelanjutan dapat berjalan berdampingan dengan kelestarian sumber air masyarakat,” tulis Sonny.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya