KOMPAS.com - Rutin terpapar mikroplastik bisa mempercepat aterosklerosis atau penyumbatan arteri, serta menyebabkan serangan jantung dan strok, menurut studi terbaru dari Universitas California, Amerika Serikat.
Efek berbahaya mikroplastik hanya muncul pada tikus jantan, yang mana menunjukkan bagaimana partikel berukuran kurang dari lima milimeter ini memengaruhi kesehatan jantung manusia.
Baca juga:
“Temuan kami sesuai dengan pola yang lebih luas yang terlihat dalam penelitian kardiovaskular, yang mana laki-laki dan perempuan sering merespons secara berbeda,” ujar profesor ilmu biomedis sekaligus peneliti utama studi ini, Changcheng Zhou, dilansir dari SciTechDaily, Kamis (8/1/2026).
Zhou menduga faktor kromosom seks dan hormon kemungkinan berperan dalam memengaruhi perbedaan laki-laki dan perempuan dalam menanggapi dampak mikroplastik bagi kesehatan tubuh mereka.
Meski mekanisme dampak mikroplastik belum diketahui secara pasti, efek perlindungan hormon seks utama pada perempuan, esterogen, kemungkinan berkontribusi.
Saat ini mikroplastik sangat sulit dihindari, yang bahkan sudah terdeteksi di dalam tubuh manusia. Mikroplastik telah tertanam dalam plak aterosklerotik yang tingginya konsentrasinya dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Namun, hingga saat ini, belum jelas apakah mikroplastik secara aktif merusak arteri atau hanya menyertai penyakit.
Menurut Zhou, strategi terbaik untuk mengurangi paparan mikroplastik dengan membatasi penggunaan plastik dalam wadah makanan dan air. Khususnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menghindari makanan olahan tinggi.
Ia menambahkan, belum ada cara efektif untuk menghilangkan mikroplastik dari tubuh. Maka dari itu, penting meminimalisasi paparan dan menjaga kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan melalui diet, olahraga, serta pengelolaan faktor risiko.
Baca juga:
Penyakit jantung termasuk dampak mikroplastik bagi kesehatan manusia. Laki-laki disebut lebih rentan.Studi tersebut menggunakan tikus sebagai model yang telah diterima secara luas untuk penelitian penyakit jantung.
Tikus jantan dan betina diberi makan diet rendah lemak dan kolestrol yang setara dengan orang kurus dalam kondisi sehat. Tikus menerima dosis mikroplastik setiap hari atau 10 miligram per kilogram berat badan selama periode sembilan minggu.
Penentuan tingkat paparan disesuaikan dengan keadaan yang mencerminkan jumlah relevan manusia terkontaminasi mikrplastik melalui makanan dan air. Hasilnya, terdapat perbedaan mencolok antara tikus jantan dan betina.
Paparan mikroplastik cukup memperceat aterosklerosis tikus jantan. Penumpukan plak meningkat sebesar 63 persen pada akar aorta, bagian aorta yang terhubung ke jantung.
Lalu, penumpukan plak sebesar 624 persen pada arteri brakiocephalica, yang bercabang dari aorta di dada bagian atas.
Sementara itu, tikus betina tidak mengalami peningkatan signifikan dalam pembentukan plak.
Bahkan, mikroplastik tersebut tidak menyebabkan tikus bertambah berat badan atau meningkatkan kadar kolesterolnya, yang mana mereka tetap kurus dan pengukuran lipid darahnya sama saja.
Artinya, kerusakan arteri tidak disebabkan oleh faktor risiko klasik, seperti obesitas atau kolesterol tinggi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya