KOMPAS.com - Hampir sebagian pantai di seluruh dunia disebut akan menghilang pada akhir abad ini, menurut ilmuwan dari University of the Republic (UdelaR), Uruguay.
Peneliti Kelautan UdelaR, Omar Defeo menjelaskan, pantai-pantai mengalami semacam tekanan yang disebabkan kenaikan permukaan air laut karena perubahan iklim, ditambah melonjaknya pembangunan di kawasan pesisir.
Baca juga:
Akibatnya, beragam spesies yang hidup di ekosistem pasir terganggu. Hal ini mengurangi peluang pariwisata dan perikanan, hingga meningkatkan risiko di kota-kota pesisir seiring bergeraknya air laut ke daratan.
"Hampir separuh pantai akan menghilang pada akhir abad ini. Kami di Uruguay, Brasil, dan Argentina berbagi sumber daya ini. Oleh karena itu, kami harus bekerja sama dengan para ilmuwan Brasil untuk mengelola dan melestarikan ekosistem pesisir," kata Defeo, dilansir dari SciTechDaily, Kamis (8/1/2026).
Hampir sebagian pantai di dunia bisa menghilang pada akhir abad ini akibat kenaikan permukaan laut dan pembangunan pesisir.Defeo menjelaskan, pesisir terdiri dari tiga area yang saling terhubung. Pertama, gumuk pasir yang terletak di atas garis pasang tertinggi, lokasi angin menumpuk pasir menjadi punggungan atau gunung pasir.
Kedua, pantai yang merupakan hamparan pasir terbuka saat air surut dan kembali tertutup saat pasang.
Ketiga, zona ombak yakni bagian terendam yang membentang dari titik terendah pasang surut hingga tempat gelombang mulai pecah.
“Angin membawa pasir dari area kering ke zona ombak, dan ketika ombak bergerak maju sedimen dibawa kembali ke pantai. Pergerakan dua arah ini menghasilkan pertukaran konstan di mana satu zona memberi pasokan pada zona lainnya," tutur dia.
Ketika badai datang, gumuk pasir berfungsi sebagai penyangga. Namun, urbanisasi berpotensi menghilangkan gumuk tersebut sehingga dapat menghancurkan bangunan di tepi pantai.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya