Temuan ini menekankan kebutuhan perlindungan spasial yang terarah, perencanaan ruang laut adaptif, serta langkah mitigasi spesifik per spesies sebagai pelengkap upaya perluasan kawasan konservasi laut Indonesia menuju target 30×45.
Dilaporkan oleh Kompas.id, Rabu (14/5/2025), target 30x45 Indonesia mencakup 30 persen wilayah lautnya menjadi kawasan konservasi pada tahun 2045, bersamaan dengan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Senior Ocean Program Advisor Konservasi Indonesia, Victor Nikijuluw, wilayah barat Sumatera memiliki dasar ilmiah yang kuat untuk diusulkan menjadi Important Marine Mammal Area (IMMA), selaras dengan statusnya sebagai Ecologically or Biologically Significant Marine Area (EBSA).
“Studi ini menyediakan baseline ekologi yang krusial dan secara presisi mengidentifikasi area prioritas, sehingga perlindungan dapat dirancang selaras dengan keberlanjutan pemanfaatan laut," tutur Victor.
Senada, Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nugroho Dwi Hananto mengatakan, ketersediaan data ilmiah dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam upaya merancang intervensi yan relevan.
Dalam bidang riset ilmiah kelautan, penyediaan armada kapal riset dengan berbagai peralatan riset canggih menjadi penting guna mengumpulkan data dan informasi tentang keanekaragaman biodiversitas dan sumber daya laut di Indonesia.
"Kerja sama penggunaan Kapal Riset RV OceanXploration milik OceanX dengan melibatkan para periset dari BRIN, Konservasi Indonesia, dan perguruan tinggi kini telah menghasilkan temuan penting yang akan berdampak signifikan," ucap Nugroh.
Sementara itu, Co-CEO dan Chief Science Officer OceanX, Vincent Pieribone menilai, temuan ini merupakan kekuatan eksplorasi multi-platform, yang mana perangkat canggih dipadukan dengan kemampuan penelitian ilmiah.
“Temuan-temuan ini memperdalam basis data ilmiah untuk memahami ekosistem Sumatera bagian barat, dan kami bangga dapat berkontribusi pada sebuah studi yang memperkuat pengetahuan bagi pengelolaan laut jangka panjang,” tutur Vincent.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya