Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Microsoft Pastikan Pusat Data Baru Tak Pengaruhi Listrik dan Ketersediaan Air

Kompas.com, 14 Januari 2026, 18:06 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Microsoft mengumumkan peluncuran inisiatif baru bertajuk Community-First AI Infrastructure, atau Infrastruktur Kecerdasan Buatan yang Mengutamakan Komunitas.

Inisiatif itu mencakup rangkaian lima komitmen utama yang berfokus pada pembangunan dan pengoperasian pusat data secara bertanggung jawab, seiring dengan upaya perusahaan untuk terus memperluas infrastruktur AI-nya.

Baca juga: 

Menurut unggahan dari Presiden Microsoft, Brad Smith, rencana baru ini mengikat perusahaan untuk melakukan tindakan nyata yang berdampak positif bagi masyarakat di sekitar pengoperasian pusat data.

"Sama seperti pembangunan besar-besaran di masa lalu, infrastruktur ai mahal dan kompleks. Investasi dalam bidang ini berkembang dengan cepat. Saat ini, hal tersebut memerlukan pengeluaran besar-besaran dari sektor swasta untuk lahan, konstruksi, listrik, pendinginan cair, konektivitas berkecepatan tinggi, dan operasional," ucap Smith, dilansir dari ESG Today, Rabu (14/1/2026). 

Smith menambahkan, hal tersebut kembali mengangkat pertanyaan tentang bagaimana negara bisa membangun infrastruktur transformating dengan memperkuat komunitas lokal di mana infrastruktur itu dibangun.

Pusat data Microsoft disebut tak bikin biaya listrik naik

Dari minta tarif tinggi sampai kolaborasi dengan penyedia listrik lokal

Microsoft meluncurkan inisiatif Community-First AI Infrastructure dengan komitmen pusat data yang tidak membebani listrik, air, dan masyarakat lokal. Microsoft meluncurkan inisiatif Community-First AI Infrastructure dengan komitmen pusat data yang tidak membebani listrik, air, dan masyarakat lokal.

Salah satu komitmen utama yang terdapat dalam inisiatif baru ini adalah janji Microsoft agar pusat datanya tidak mengakibatkan kenaikan harga listrik bagi komunitas lokal.

Langkah-langkah yang diuraikan oleh perusahaan untuk mencapai komitmen ini meliputi meminta perusahaan penyedia listrik untuk menetapkan tarif yang cukup tinggi guna menutupi biaya listrik bagi pusat data tersebut.

Tidak hanya itu, perusahaan bisa berkolaborasi dengan penyedia listrik lokal untuk menambah daya listrik dan infrastruktur pendukung ke jaringan listrik jika diperlukan.

Perusahaan teknologi tersebut bisa melakukan inovasi untuk membuat pusat data perusahaan lebih efisien, serta mengadvokasi kebijakan publik yang mendukung komunitas dengan energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan.

Baca juga:

Meminimalisasi penggunaan air

Microsoft meluncurkan inisiatif Community-First AI Infrastructure dengan komitmen pusat data yang tidak membebani listrik, air, dan masyarakat lokal.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Microsoft meluncurkan inisiatif Community-First AI Infrastructure dengan komitmen pusat data yang tidak membebani listrik, air, dan masyarakat lokal.

Inisiatif ini juga mencakup komitmen Microsoft untuk meminimalkan penggunaan air, dan untuk memulihkan lebih banyak air daripada yang digunakannya.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai target tersebut meliputi penggunaan teknologi baru guna mengatasi penggunaan air di pusat data untuk kebutuhan pendinginan.

Tidak hanya itu, langkah lainnya adalah berkolaborasi dengan penyedia layanan air lokal untuk memahami apakah sistem yang ada saat ini dapat mendukung beban tambahan terkait pertumbuhan pusat data.

Baca juga: Microsoft Bikin Pusat Data dari Kayu untuk Atasi Jejak Karbon Teknologi

Selain itu, bisa juga juga bermitra dengan penyedia layanan air untuk memetakan kebutuhan air, air limbah, dan tekanan air, mendanai infrastruktur, serta berinvestasi dan melakukan proyek pemulihan untuk menambah pasokan air bersih yang dapat digunakan di tingkat lokal.

Dalam inisiatifnya, Microsoft juga punya komitmen untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, menambah basis pajak untuk rumah sakit, sekolah, taman, dan perpustakaan lokal, serta berinvestasi dalam pelatihan AI lokal dan organisasi nirlaba.

Smith menambahkan, proyek raksasa akan gagal jika masyarakat di sekitar merasa dirugikan. 

Dengan demikian, agar bisnis AI sukses dalam jangka panjang, Microsoft memastikan bahwa masyarakat lokal merasakan manfaatnya, bukan malah menjadi korban pembangunan.

Baca juga: Microsoft Beli 234.000 Kredit Karbon untuk Restorasi Hutan dari Perusahaan Meksiko

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau