Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuaca Makin Ekstrem, Emisi Gas Rumah Kaca Perancis Melambat pada 2025

Kompas.com, 14 Januari 2026, 14:46 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber AFP

KOMPAS.com - Pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) Perancis pada tahun 2025 dinilai melambat dan masih jauh dari target untuk mencapai tujuan iklimnya.

Perlambatan terjadi karena melemahnya komitmen Pemerintah Perancis untuk mengatasi krisis iklim. Tidak hanya itu, negara-negara berpenghasilan tinggi lainnya kesulitan memenuhi janji mereka dalam mengurangi emisi GRK yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Baca juga:

"Emisi (GRK) Perancis diperkirakan menurun 1,6 persen dari tahun ke tahun," demikian keterangan Citepa, organisasi nirlaba yang ditugaskan oleh Kementerian Ekologi Perancis untuk menghitung inventaris emisi gas rumah kaca negara itu, dilansir dari AFP, Rabu (14/1/2026).

Pengurangan emisi gas rumah kaca Perancis melambat

Perancis harus menggandakan upaya kurangi emisi gas rumah kaca

Pengurangan emisi gas rumah kaca Perancis sebesar 5,8 juta ton CO2 ekuivalen jauh di bawah laju yang dibutuhkan untuk mencapai target 2030.jplenio1/freepik Pengurangan emisi gas rumah kaca Perancis sebesar 5,8 juta ton CO2 ekuivalen jauh di bawah laju yang dibutuhkan untuk mencapai target 2030.

Citepa sebelumnya memperkirakan penurunan hanya 0,8 persen pada tahun 2025.

Namun, data terbaru dan metode perhitungan yang diperbarui memungkinkan perkiraan yang lebih akurat untuk sepanjang tahun.

Pengurangan emisi GRK Perancis sebesar 5,8 juta ton karbon dioksida ekuivalen cukup jauh di bawah laju yang dibutuhkan untuk mencapai target tahun 2030.

Padahal Perancis perlu mengurangi emisi gas rumah kaca hampir tiga kali lipat lebih besar dari capaian tersebut.

"Penurunan emisi dikonfirmasi untuk tahun 2025. Ini adalah tanda yang menggembirakan tetapi belum cukup," ujar Menteri Transisi Ekologi Prancis, Monique Barbut. 

Barbut meminta semua sektor di Perancis menggandakan upaya mereka untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. 

Perancis merilis jalur terbaru untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050 pada bulan Desember. Untuk tetap berada di "jalur yang benar", emisi gas rumah kaca perlu turun rata-rata 4,6 persen setiap tahun hingga tahun 2030.

Perancis mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 3,9 persen pada tahun 2022 dan 6,8 persen pada tahun 2023. Laju penurunan emisi gas rumah kaca Perancis melambat tajam menjadi 1,8 persen pada tahun 2024.

Prancis mendorong penghematan energi usai invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Akan tetapi, sejak saat itu, Perancis dinilai malah mengalami kemunduran dalam dekarbonisasi beberapa industri penghasil emisi gas rumah kaca terbesarnya.

"Meskipun peningkatan tercatat pada tahun 2025 di sektor-sektor penghasil emisi tinggi seperti industri, pertanian, dan transportasi, sektor energi dan pengolahan limbah tetap stagnan," demikian keterangan Citepa.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
93 Persen Habitat Paus dan Lumba-lumba di Barat Sumatera di Luar Area Lindung
93 Persen Habitat Paus dan Lumba-lumba di Barat Sumatera di Luar Area Lindung
LSM/Figur
Pemakaian Obat Kutu Hewan Bisa Berdampak pada Lingkungan
Pemakaian Obat Kutu Hewan Bisa Berdampak pada Lingkungan
Swasta
Cuaca Makin Ekstrem, Emisi Gas Rumah Kaca Perancis Melambat pada 2025
Cuaca Makin Ekstrem, Emisi Gas Rumah Kaca Perancis Melambat pada 2025
Pemerintah
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
LSM/Figur
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
LSM/Figur
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
Pemerintah
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
Swasta
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Pemerintah
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Swasta
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pemerintah
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
Pemerintah
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Pemerintah
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Pemerintah
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Pemerintah
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau