Nilai investasinya mencapai 38,63 miliar dollar AS atau sekitar Rp 618,13 triliun.
Proyek-proyek tersebut diperkirakan menyerap tenaga kerja hingga 276.636 orang. Ke-18 proyek itu tercantum dalam dokumen pra-studi kelayakan atau pra-feasibility study (pra-FS) yang diserahkan Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi kepada Danantara Juli 2025.
Kajian lanjutan seluruh proyek saat ini ditangani Danantara. CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani menyebut proyek hilirisasi mencakup sektor mineral dan batu bara, pertanian, kelautan dan perikanan, transisi energi, serta ketahanan energi.
"Dari total 18 proyek itu akan menghasilkan lapangan pekerjaan lebih dari 270.000 orang karena memang salah satu tugas utama kita adalah bagaimana dalam setiap investasi yang dilakukan itu akan memberikan atau menghasilkan penciptaan lapangan pekerjaan tentunya yang berkualitas," jelas Rosan, Selasa (22/7/2025).
Adapun sektor mineral dan batu bara diperkirakan menyerap 104.974 tenaga kerja, sektor pertanian diperkirakan 23.950 tenaga kerja, dan sektor kelautan dan perikanan diperkirakan 67.100 tenaga kerja.
Sementara itu, sektor transisi energi diperkirakan menyerap 29.652 tenaga kerja dan sektor ketahanan energi disebut menyerap 50.960 tenaga kerja. Presiden Prabowo Subianto disebut telah meminta percepatan realisasi seluruh proyek hilirisasi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya