MALUKU UTARA, KOMPAS.com - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) tengah membangun pabrik baterai kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV) di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Project Supervisor PT IWIP, Dodi Pidora menjelaskan, pembangunan pabrik baterai EV dimulai sejak Oktober 2024.
Baca juga:
"Untuk progres konstruksinya sampai hari ini untuk konstruksi sipil (bangunan) sudah selesai dan proses instalasi mesin. Estimasi masih sesuai rencana awal, per kuartal pertama ini mereka sudah sudah selesai untuk instalasi mesin," ucap Dodi dalam diskusi di Wisma Tsingshan, IWIP, Jumat (16/1/2026).
Pada fase satu, lanjut Dodi, IWIP bakal memproduksi delapan gigawatt (GW) BEV. Adapun produksi BEV dan Energy Storage System (ESS) dikembangkan oleh PT Rept Battero.
"Kalau dari total rencananya itu sekitar 20 gigawatt (produksi per tahun)," imbuh Dodi.
Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, terdapat sedikitnya dua proyek yang tengah dibangun di kawasan industri IWIP dengan total nilai investasi sekitar dua miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 33,83 triliun).
Proyek tersebut meliputi pabrik baterai BEV PT Rept Battero serta industri electrolytic aluminum milik PT Kemajuan Alumina Industri.
Baca juga:
Truk listrik di IWIP, Kamis (15/1/2026). Dodi menyebut, total investasi yang telah masuk ke kawasan industri IWIP termasuk investasi tenant dan pengembangan kawasan mencapai 15 miliar dollar AS (sekitar Rp 253,7 triliun).
Investasi tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas smelter baik oleh para tenant maupun infrastruktur kawasan industri.
Dalam tiga bulan terakhir, IWIP juga mencatat beroperasinya industri terbaru di Weda Bay yakni pabrik Electrolytic Aluminum Ingot. Industri ini mengolah bahan baku alumina yang didatangkan dari luar kawasan melalui proses elektrolisis.
"Jadi industrinya dia alumina dan didapat dari luar (negeri) terus dibawa masuk untuk diolah melalui proses elektrolisis. Saat ini secara proses industri ataupun dari sisi instalasi mesin dan lainnya sudah selesai, kemarin Senin diverifikasi oleh Kementerian Perindustrian untuk izin usahanya," jelas Dodi.
Pabrik aluminium memiliki kapasitas produksi sekitar 250.000 ton aluminium ingot per tahun, sekaligus menjadi industri terbaru yang beroperasi di kawasan industri Weda Bay.
Baca juga:
Fero nikel di kawasan IWIP, Maluku Utara, Kamis (15/1/2026).
Sebagai informasi, peemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Danantara (BPI) menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi mencakup nikel, bauksit, tembaga, batu bara, dan pertanian.
Nilai investasinya mencapai 38,63 miliar dollar AS atau sekitar Rp 618,13 triliun.
Proyek-proyek tersebut diperkirakan menyerap tenaga kerja hingga 276.636 orang. Ke-18 proyek itu tercantum dalam dokumen pra-studi kelayakan atau pra-feasibility study (pra-FS) yang diserahkan Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi kepada Danantara Juli 2025.
Kajian lanjutan seluruh proyek saat ini ditangani Danantara. CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani menyebut proyek hilirisasi mencakup sektor mineral dan batu bara, pertanian, kelautan dan perikanan, transisi energi, serta ketahanan energi.
"Dari total 18 proyek itu akan menghasilkan lapangan pekerjaan lebih dari 270.000 orang karena memang salah satu tugas utama kita adalah bagaimana dalam setiap investasi yang dilakukan itu akan memberikan atau menghasilkan penciptaan lapangan pekerjaan tentunya yang berkualitas," jelas Rosan, Selasa (22/7/2025).
Adapun sektor mineral dan batu bara diperkirakan menyerap 104.974 tenaga kerja, sektor pertanian diperkirakan 23.950 tenaga kerja, dan sektor kelautan dan perikanan diperkirakan 67.100 tenaga kerja.
Sementara itu, sektor transisi energi diperkirakan menyerap 29.652 tenaga kerja dan sektor ketahanan energi disebut menyerap 50.960 tenaga kerja. Presiden Prabowo Subianto disebut telah meminta percepatan realisasi seluruh proyek hilirisasi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya