Penulis
Para peneliti menekankan bahwa dampak spesies invasif tidak selalu sama di setiap tempat. Hasilnya bergantung pada kondisi lingkungan lokal.
Dalam beberapa kasus tertentu, tanaman invasif bahkan bisa mendukung keberadaan serangga. Hal ini bisa terjadi jika vegetasi asli telah hilang sebelumnya.
Namun, kondisi seperti ini bukan solusi jangka panjang dan tetap membawa risiko besar bagi keseimbangan ekosistem.
Baca juga:
Serangga bukan sekadar makhluk kecil di alam. Mereka memiliki peran vital bagi kehidupan manusia.
Serangga membantu penyerbukan tanaman pangan, mengendalikan hama secara alami, dan menjaga keseimbangan rantai makanan.
Jika populasi serangga terus menurun, dampaknya akan terasa langsung pada produksi pangan, stabilitas ekosistem, dan kesehatan lingkungan.
"Sangat penting bagi kita untuk mengakui serangga tidak hanya sebagai penyerang, tapi juga sebagai korban invasi," ucap ilmuwan data di UKCEH yang memimpin studi tersebut, Grace Skinner.
"Populasi serangga mengalami penurunan yang mengkhawatirkan di seluruh dunia, dan seiring berlanjutnya tren ini, layanan ekosistem yang esensial akan semakin terancam," tambah dia.
Menurutnya, mengidentifikasi serangga yang paling rentan terhadap invasi biologis akan mendukung prioritas yang lebih baik dalam pengelolaan habitat, serta mencegah dan mengendalikan spesies asing yang invasif.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya