KOMPAS.com - Pemanasan global yang terjadi saat ini ternyata pernah melanda bumi pada 56 juta tahun lalu, menurut studi terbaru. Lonjakan drastis karbon dioksida (CO2) ke atmosfer kala itu berlangsung dalam waktu singkat hingga memicu kebakaran hutan dan erosi dalam skala besar.
"Akibatnya, terdapat banyak vegetasi, bahkan di lintang tinggi. Hal itu berarti banyak karbon tersimpan misalnya di hutan konifer (sejenis pinus) yang luas," kata peneliti Royal Netherlands Institute for Sea Research (NIOZ), Mei Nelissen, dilansir dari Phys.org, Selasa (20/1/2026).
Baca juga:
Menurut studi, pemanasan global pernah terjadi 56 juta tahun lalu yang menyebabkan kebakaran hutan dan erosi besar. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Nelissen bersama timnya menganalisis lapisan sedimen yang dibor dari dasar Laut Norwegia pada tahun 2021.
Mereka menyebut, bumi sebenarnya sudah menghangat sejak puluhan tahun, dengan karbon dioksida yang menaikkan suhu global mencapai lima derajat celsius.
Di samping itu, para peneliti mengamati serbuk sari dan spora yang terawetkan dalam lapisan sedimen untuk melihat respons ekosistem darat terhadap pemanasan ekstrem.
Hasilnya menunjukkan, vegetasi yang sebelumnya ditumbuhi semacam pohon pinus tak ada lagi.
"Kami dapat melihat dalam kurun waktu maksimal tiga ratus tahun sejak dimulainya lonjakan eksplosif CO2, vegetasi yang didominasi tumbuhan runjung menghilang di lokasi penelitian dan banyak tumbuhan paku muncul," jelas dia.
Gangguan terhadap ekosistem tersebut berlangsung selama ribuan tahun akibat kebakaran hutan.
"Peningkatan mineral lempung dalam sedimen laut juga menunjukkan bahwa seluruh bagian daratan hanyut ke laut akibat erosi," papar Nelissen.
Temuan itu, lanjut dia, memperluhatkan bagaimana tumbuhan merespons efek krisis iklim.
Sementara itu, di perairan, krisis iklim menyebabkan hilangnya kalsium karbonat secara tiba-tiba akibat pengasaman laut. Alhasil, organisme laut tidak mampu membentuk cangkang atau kerangka untuk tubuh mereka.
Baca juga:
Menurut studi, pemanasan global pernah terjadi 56 juta tahun lalu yang menyebabkan kebakaran hutan dan erosi besar. Tim peneliti menjelaskan, periode panas ekstrem yang terjadi 56 juta tahun lalu dikenal sebagai Paleocene-Eocene Thermal Maximum (PETM). Ketika itu suhu sudah hangat dan tiba-tiba menjadi lebih hangat lagi.
Nelissen tak mengetahui secara pasti penyebabnya.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya