Mahawan menegaskan perlunya pengambilan keputusan rehabilitasi area pasca-bencana berbasis ilmu pengetahuan.
Pemerintah daerah dapat melibatkan ahli dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, atau dinas teknis terkait untuk melakukan kajian cepat.
"Sudah banyak dipelajari dan diteliti bagaimana melakukan upaya penanggulangan longsor, dengan memperhatikan tingkat kelerengan lahan, jenis tanah, tutupan vegetasinya dengan berbagai jenis akar, serta teknik konservasi tanah dan air," jelas Mahawan.
"Artinya keputusan perlu berbasis ilmu pengetahuan dan perlu menghindari dugaan-dugaan saja," imbuh dia.
Diberitakan sebelumnya, Dedi Mulyadi mengatakan, penghijauan akan dilakukan dengan menggandeng warga setempat dan Perhutani sebagai pemilik lahan.
Proses penanaman dipastikan tidak akan mengganggu mata pencaharian masyarakat yang selama ini menggarap lahan tersebut.
Dedi menyatakan, warga yang terlibat dalam program penghijauan akan mendapat kompensasi berupa upah harian selama masa penanaman hingga tanaman dinilai kokoh.
Baca juga: Waspada Longsor Susulan di Cisarua, Pakar ITB Jelaskan Langkah Mitigasi
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 8 unit untuk mendukung percepatan penanganan darurat dan evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Dedi Mulyadi berencana mengubah lahan bekas longsor Cisarua menjadi hutan bambu. Ahli mengingatkan rehabilitasi tak hanya sekadar menanam.Masa pendampingan dan merawat tanaman dari bibit hungga pohon yang kokoh diperkirakan berlangsung hingga empat tahun lamanya.
"Selama proses tanam kurang lebih empat tahun sampai tanaman itu kokoh, mereka mendapatkan upah harian sebagai pekerja," kata Dedi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berpandangan, kawasan terdampak longsor di Desa Pasirlangu perlu dikembalikan ke fungsi awal sebagai kawasan hutan. Kebijakan ini diambil menyusul bencana longsor yang menelan puluhan korban jiwa dan diduga dipicu alih fungsi lahan.
Longsor menerjang permukiman warga dan area perkebunan sayuran di lereng Gunung Burangrang, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Area yang sebelumnya dipenuhi kebun sayur dengan sistem tanam menggunakan plastik kini tertimbun material longsor.
Per Kamis (29/1/2026), tim SAR gabungan memperkirakan masih ada sekitar 25 korban yang tertimbun material longsor.
Sementara itu, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi mencapai 55 jenazah, dilaporkan oleh Kompas.com, Kamis (29/1/2026).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya