Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta kementerian/lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), TNI, Polri, dan pelajar untuk ikut memungut sampah.
"Anak sekolah tidak apa-apa (ikut bersih-bersih) pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan (orang terlibat) itu cepat modalnya nanti apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk sampah dan sebagainya," ucap Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/2/2026).
Presiden lalu memperingatkan bahwa hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas atau overcapacity beberapa pada 2028 atau bahkan lebih cepat.
Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bakal membangun 34 fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) dengan total investasi hingga 3,5 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 58.918 triliun).
"Untuk itu tahun ini kita akan buka 34 proyek pembangunan Waste to Energy di 34 kota ini. Saya minta ground breaking beberapa bulan ini dilaksanakan, ini (PSEL) kami perkirakan dua tahun lagi sudah berfungsi," sebut Prabowo.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya