Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

Kompas.com, 8 Februari 2026, 21:32 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kehadiran PT PLN (Persero) dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tidak sekadar meramaikan pameran otomotif tahunan.

Lebih dari itu, PLN datang membawa gagasan besar tentang masa depan mobilitas hijau Indonesia.

Melalui platform PLN Mobile, perusahaan listrik negara ini menegaskan komitmennya membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terintegrasi, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan tenaga listrik dan infrastruktur, tetapi juga membangun keyakinan bagi pemilik ataupun calon pemilik kendaraan listrik.

Vice President Pengelola Pemasaran PLN Revanny Yudhistira mengatakan, PLN tidak hanya bertugas menyediakan pasokan listrik dan infrastruktur pengisian daya.

Baca juga: PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

“Kami ingin para pemilik dan calon pemilik EV punya keyakinan bahwa setelah mereka membeli kendaraan listrik, sudah ada ekosistem yang mendukung seluruh kebutuhannya. Lewat PLN Mobile, semua kebutuhan itu dijawab dalam satu platform,” ujar Revanny dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (8/2/2026)

PLN Mobile, Your EV Partner

Di IIMS 2026, PLN mengusung tema “EV Ecosystem Powered by PLN Mobile – Your EV Partner”.

Platform ini dirancang sebagai pintu masuk utama bagi seluruh layanan kelistrikan yang berkaitan dengan kendaraan listrik, mulai dari pengisian daya di rumah, pengisian di perjalanan melalui stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), hingga layanan untuk pengguna motor listrik.

Revanny mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari peran PLN sebagai enabler transisi energi.

“Tujuan PLN membangun green energy harus diikuti dengan menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika masyarakat beralih ke kendaraan listrik, kami harus hadir di sisi layanan, bukan hanya sebagai penyedia listrik,” jelasnya.

Baca juga: PLN Berikan 3 Paket Diskon untuk Pelanggan yang Tambah Daya Listrik

Revanny menambahkan, PLN Mobile menyediakan berbagai fitur layanan kelistrikan bagi pengguna EV.

Layanan itu di antaranya adalah Home Charging Ultima untuk pengisian daya di rumah dan pengisian saat perjalanan jauh melalui SPKLU serta informasi real-time lokasi SPKLU.

Bagi pengguna roda dua, PLN juga menghadirkan ekosistem SPKLU R2 khusus motor listrik untuk mendukung mitra pekerja transportasi online. Seperti diketahui, motor listrik telah digunakan oleh banyak mitra driver ojek daring.

“Kebutuhan pengisian daya mereka harus dijawab agar tidak menjadi kendala,” kata Revanny.

Home charging sebagai basis utama pengisian daya EV

Revanny menjelaskan, sebagian besar pengguna EV melakukan pengisian daya di rumah. Polanya mirip dengan kebiasaan mengisi baterai ponsel.

Baca juga: ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

“Saat selesai beraktivitas dan beristirahat, mobil juga perlu diistirahatkan sambil di-charge. Itulah fungsi utama home charging,” katanya.

Melalui produk Home Charging Ultima, PLN menawarkan paket premium yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan PLN.

PLN datang membawa gagasan besar tentang masa depan mobilitas hijau Indonesia di IIMS 2026Dok. PLN PLN datang membawa gagasan besar tentang masa depan mobilitas hijau Indonesia di IIMS 2026

Keunggulan utamanya adalah tarif diskon pada pukul 22.00–05.00. Dengan skema ini, biaya pengisian bisa turun hingga Rp 178 per kilometer, jauh lebih murah ketimbang pengisian di SPKLU yang berkisar Rp 370 per kilometer.

Biaya tersebut juga lebih murah dari mobil berbahan bakar bensin yang mencapai sekitar Rp 1.300 per kilometer.

“Perbandingannya sangat terasa. Dari Rp 1.300 turun ke Rp 370, lalu ke Rp 178. Bagi masyarakat yang cermat mengatur pengeluaran, ini sangat menguntungkan,” kata Revanny.

Baca juga: Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Peran strategis SPKLU di perjalanan

Meski home charging menjadi basis, keberadaan SPKLU tetap krusial, terutama untuk perjalanan jarak jauh, kondisi darurat, serta kebutuhan kendaraan operasional seperti taksi online.

“Mobilitas kita tidak selalu terencana. Bisa saja lupa mengisi daya di rumah atau tiba-tiba ada tugas mendadak. Di situlah SPKLU hadir sebagai solusi cepat. Pengisian (daya) di SPKLU rata-rata hanya 20–30 menit sudah penuh,” jelasnya.

Melalui PLN Mobile, pengguna dapat melihat peta SPKLU secara real-time, mengetahui ketersediaan charger, daya yang tersedia, hingga antrean. Fitur Trip Planner membantu pengguna merancang perjalanan dengan lebih tenang.

“Pengalaman pelanggan selama ini benar-benar kami gali agar aplikasi ini relevan dengan kebutuhan nyata,” kata Revanny.

Buka peluang bisnis bagi mitra

PLN juga tidak memonopoli ekosistem SPKLU. Justru perusahaan mendorong keterlibatan pelaku usaha untuk ikut membangun jaringan pengisian daya.

Baca juga: Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

“SPKLU bisa menjadi bisnis bagi mitra. PLN hanya menjadi inisiator awal, tetapi kami sangat terbuka bagi badan usaha yang ingin berinvestasi. Skema kemitraan sudah tersedia dan bisa diajukan langsung melalui PLN Mobile,” ucap Revanny.

Cara pengajuan dibuat sederhana, mulai dari pendaftaran hingga panduan teknis tersedia di aplikasi. Hal serupa berlaku untuk layanan Home Charging Ultima yang dapat diajukan secara mandiri oleh pelanggan.

Promo khusus IIMS 2026

Di IIMS 2026, PLN turut menawarkan berbagai promo menarik. Salah satunya adalah program Power Up Event yang memberikan diskon 50 persen untuk layanan tambah daya.

Caranya menikmati promo itu cukup mudah. Pengunjung hanya melakukan check-in di booth PLN melalui PLN Mobile, lalu melakukan transaksi.

Sistem akan otomatis memberikan potongan harga tanpa perlu proses manual. Promo ini berlaku selama pameran dan dapat digunakan untuk seluruh ID pelanggan di Indonesia, dari Jayapura hingga Aceh.

Baca juga: Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Selain itu, pengunjung yang bertransaksi minimal Rp 50.000 di booth juga berkesempatan mendapat hadiah langsung dari PLN Mobile.

Revanny kembali mengatakan, PLN Mobile diposisikan sebagai superapps yang mengintegrasikan seluruh layanan kelistrikan, mulai dari pembelian token dengan biaya admin paling murah, pembayaran tagihan, pengajuan layanan, hingga program loyalitas, seperti SWACAM dan undian Gelegar PLN Mobile.

“Tidak perlu lagi mencari orang dalam atau kenalan. Semua layanan cukup diakses lewat PLN Mobile. Tujuan kami satu, semuanya makin mudah,” tegas Revanny.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mengikuti media sosial PLN agar tidak ketinggalan informasi promo dan inovasi terbaru.

Apresiasi pengguna layanan dan fitur PLN Mobile

Salah satu pengunjung booth PLN di IIMS 2026, Rudy Hudin, mengaku seluruh layanan kelistrikan kini dapat diakses melalui PLN Mobile.

Baca juga: PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

Ia menilai, proses administrasi, seperti tambah daya hingga perubahan layanan, dapat diselesaikan dengan cepat tanpa harus datang ke kantor PLN.

“Pengisian daya di rumah rasanya seperti punya SPKLU sendiri. Biayanya murah dan sangat mendukung mobil listrik untuk Indonesia yang lebih hijau,” ujar Rudy.

Pengunjung lain, Rajha Effendy, menyebut aplikasi PLN Mobile cukup membantu karena pengguna dapat memantau status baterai dan ketersediaan SPKLU.

“Ya, lumayan simpel lewat aplikasi PLN Mobile untuk ngecharge mobil. Terus kan bisa dilihat juga ya baterai kita pas lagi ngecharge berapa. Terus yang lagi pakai ada orang apa enggak. Lumayan simpel sih aplikasinya dan lumayan membantu,” katanya.

Mus Mulyadi, pengunjung lain, juga mengapresiasi kehadiran booth PLN yang memberikan informasi promo pemasangan home charging.

Baca juga: PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

Ia menilai, penggunaan EV jauh lebih efisien secara operasional ketimbang mobil konvensional. Apalagi, kini telah didukung jaringan SPKLU PLN yang luas dan dapat digunakan berbagai unit kendaraan.

“Kebetulan saya juga pengguna PLN Mobile untuk SPKLU-nya khususnya. Kenapa? Karena itu sudah tersebar banyak. Beda dengan provider-provider lain, itu ada yang khusus unit tertentu. Kalau di PLN, kita semua unit bisa dan itu sudah tersebar di mana-mana,” terang Mus.

Melalui platform PLN Mobile, PLN berupaya menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan mudah diakses, mulai dari layanan home charging hingga SPKLU untuk perjalanan jarak jauh.

Adapun Partisipasi PLN di IIMS 2026 menjadi penanda penting perjalanan transisi energi Indonesia.

Dengan mengusung semangat green energy dan dukungan teknologi digital, PLN berupaya memastikan bahwa adopsi kendaraan listrik tidak berhenti pada pembelian unit, tetapi berlanjut pada pengalaman penggunaan yang nyaman dan ekonomis.

Baca juga: Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

“PLN hadir sebagai partner bagi seluruh pengguna EV. 'Your EV Partner', itulah komitmen kami,” terang Revanny.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kesenjangan Waktu Jadi Alasan Perempuan Sulit Berkarier
Kesenjangan Waktu Jadi Alasan Perempuan Sulit Berkarier
Pemerintah
Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional: Konservasi atau Komodifikasi?
Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional: Konservasi atau Komodifikasi?
Pemerintah
Perubahan Iklim Paksa Petani Padi Pensiun Dini
Perubahan Iklim Paksa Petani Padi Pensiun Dini
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Selama Masa Peralihan Musim
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Selama Masa Peralihan Musim
Pemerintah
Tak Cuma Soal Polusi, Ekonomi Sirkular Juga Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
Tak Cuma Soal Polusi, Ekonomi Sirkular Juga Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
Pemerintah
Pemerintah Perketat Pengawasan Penerima MBG hingga Limbah Makanan di Sekolah
Pemerintah Perketat Pengawasan Penerima MBG hingga Limbah Makanan di Sekolah
Pemerintah
Harga BBM Melonjak, Pemerintah Australia Didesak Gunakan Bus Listrik
Harga BBM Melonjak, Pemerintah Australia Didesak Gunakan Bus Listrik
Pemerintah
Pupuk Indonesia Jajaki Pembangunan Pabrik Metanol
Pupuk Indonesia Jajaki Pembangunan Pabrik Metanol
Pemerintah
BRIN Kembangkan Teknologi Pembersih Air Tercemar Limbah Logam Berat
BRIN Kembangkan Teknologi Pembersih Air Tercemar Limbah Logam Berat
Pemerintah
Implementasikan Program Keberlanjutan, FIF Group Resmikan DSA Ketiga
Implementasikan Program Keberlanjutan, FIF Group Resmikan DSA Ketiga
Swasta
DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar di Sejumlah Titik
DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar di Sejumlah Titik
Pemerintah
Spons Cuci Melepaskan Jutaan Partikel Mikroplastik ke Saluran Air
Spons Cuci Melepaskan Jutaan Partikel Mikroplastik ke Saluran Air
Pemerintah
Nestlé dan ILO Luncurkan Proyek Perlindungan Pekerja di Rantai Pasok Kopi
Nestlé dan ILO Luncurkan Proyek Perlindungan Pekerja di Rantai Pasok Kopi
Swasta
ASEAN Sepakat Lakukan Percepatan Pengendalian Spesies Invasif lewat AIM-ASEAN
ASEAN Sepakat Lakukan Percepatan Pengendalian Spesies Invasif lewat AIM-ASEAN
Pemerintah
Potensi Bioetanol Limbah  Sawit Capai 1,2 Juta Kiloliter Per tahun, Bisa untuk Bensin dan Bioavtur
Potensi Bioetanol Limbah Sawit Capai 1,2 Juta Kiloliter Per tahun, Bisa untuk Bensin dan Bioavtur
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau