Editor
KOMPAS.com — Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Dalam konteks industri manufaktur, penerapan budaya keselamatan kerja dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga produktivitas sekaligus mendukung keberlanjutan industri.
Sejalan dengan semangat tersebut, BLKP Group menyelenggarakan Festival Bulan K3 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Melalui kegiatan ini, perusahaan menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya keselamatan kerja sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.
Pemerintah melalui Bulan K3 Nasional mendorong terbentuknya ekosistem K3 yang terintegrasi dan kolaboratif. Dunia usaha diharapkan tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga aktif membangun budaya keselamatan kerja yang melekat dalam operasional sehari-hari.
Baca juga: Bulan K3 Nasional 2026, KAI Perkuat Budaya Keselamatan Proaktif
Sebagai perusahaan manufaktur nasional di bidang bahan bangunan dan produk konstruksi, BLKP Group, menempatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas di seluruh proses produksinya.
Festival Bulan K3 BLKP Group dilaksanakan secara serentak di seluruh unit dan cabang perusahaan. Rangkaian kegiatannya meliputi pelatihan dan simulasi K3, seperti penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI, senam sehat bersama, hingga berbagai aktivitas edukatif seperti lomba video K3, lomba foto K3, lomba 5R, dan cerdas cermat K3.
Direktur Operasional BLKP Group Jimmy mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan kerja di seluruh lini organisasi.
Baca juga: Tema dan Rangkaian Kegiatan Hari K3 Nasional 2026
“Melalui Festival Bulan K3 ini, kami berharap seluruh insan BLKP semakin memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. K3 bukan hanya program tahunan, tetapi harus menjadi budaya yang hidup di lingkungan kerja, sekaligus bentuk kontribusi kami dalam mendukung terwujudnya ekosistem K3 nasional yang profesional, andal, dan kolaboratif,” ujar Jimmy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, penerapan budaya safety first tidak hanya berperan dalam mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tetapi juga membentuk karakter pekerja yang peduli terhadap keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan sekitar.
Dengan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan, pekerja, dan pemangku kepentingan, BLKP Group optimistis K3 dapat menjadi fondasi dalam menciptakan industri yang lebih aman, produktif, dan berdaya saing tinggi secara berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya