Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bulan K3 Nasional, BLKP Group Dorong Budaya Keselamatan Kerja untuk Industri Berkelanjutan

Kompas.com, 10 Februari 2026, 16:16 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com — Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam konteks industri manufaktur, penerapan budaya keselamatan kerja dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga produktivitas sekaligus mendukung keberlanjutan industri.

Sejalan dengan semangat tersebut, BLKP Group menyelenggarakan Festival Bulan K3 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Melalui kegiatan ini, perusahaan menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya keselamatan kerja sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.

Pemerintah melalui Bulan K3 Nasional mendorong terbentuknya ekosistem K3 yang terintegrasi dan kolaboratif. Dunia usaha diharapkan tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga aktif membangun budaya keselamatan kerja yang melekat dalam operasional sehari-hari.

Baca juga: Bulan K3 Nasional 2026, KAI Perkuat Budaya Keselamatan Proaktif

Sebagai perusahaan manufaktur nasional di bidang bahan bangunan dan produk konstruksi, BLKP Group, menempatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas di seluruh proses produksinya.

Festival Bulan K3 BLKP Group dilaksanakan secara serentak di seluruh unit dan cabang perusahaan. Rangkaian kegiatannya meliputi pelatihan dan simulasi K3, seperti penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI, senam sehat bersama, hingga berbagai aktivitas edukatif seperti lomba video K3, lomba foto K3, lomba 5R, dan cerdas cermat K3.

Direktur Operasional BLKP Group Jimmy mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan kerja di seluruh lini organisasi.

Baca juga: Tema dan Rangkaian Kegiatan Hari K3 Nasional 2026

“Melalui Festival Bulan K3 ini, kami berharap seluruh insan BLKP semakin memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. K3 bukan hanya program tahunan, tetapi harus menjadi budaya yang hidup di lingkungan kerja, sekaligus bentuk kontribusi kami dalam mendukung terwujudnya ekosistem K3 nasional yang profesional, andal, dan kolaboratif,” ujar Jimmy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, penerapan budaya safety first tidak hanya berperan dalam mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tetapi juga membentuk karakter pekerja yang peduli terhadap keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan sekitar.

Dengan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan, pekerja, dan pemangku kepentingan, BLKP Group optimistis K3 dapat menjadi fondasi dalam menciptakan industri yang lebih aman, produktif, dan berdaya saing tinggi secara berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Jumlah Perusahaan AS yang Publikasi Kebijakan DEI Turun Tajam
Jumlah Perusahaan AS yang Publikasi Kebijakan DEI Turun Tajam
Swasta
Duta UNICEF Soroti Pernikahan Dini hingga Kekerasan Anak di Indonesia
Duta UNICEF Soroti Pernikahan Dini hingga Kekerasan Anak di Indonesia
LSM/Figur
Cinta Laura Ditunjuk Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
Cinta Laura Ditunjuk Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
LSM/Figur
Investasi ESG di ASEAN Meroket, Imbangi Tren di Pasar Global yang Melemah
Investasi ESG di ASEAN Meroket, Imbangi Tren di Pasar Global yang Melemah
Pemerintah
Bulan K3 Nasional, BLKP Group Dorong Budaya Keselamatan Kerja untuk Industri Berkelanjutan
Bulan K3 Nasional, BLKP Group Dorong Budaya Keselamatan Kerja untuk Industri Berkelanjutan
Swasta
Mana yang Lebih Ramah Lingkungan: Perusahaan Keluarga ataukah Publik?
Mana yang Lebih Ramah Lingkungan: Perusahaan Keluarga ataukah Publik?
Swasta
Inggris Gelontorkan Rp 275 Miliar untuk Tata Kelola Hutan Indonesia
Inggris Gelontorkan Rp 275 Miliar untuk Tata Kelola Hutan Indonesia
Pemerintah
Mitigasi Bencana, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.300 Pohon Saninten
Mitigasi Bencana, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.300 Pohon Saninten
BUMN
Guru di Jombang Ajak Siswa Bijak Konsumsi Gula Lewat Program Sugar Smart Squad
Guru di Jombang Ajak Siswa Bijak Konsumsi Gula Lewat Program Sugar Smart Squad
LSM/Figur
Pulau Bengkalis Jadi Lokasi Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global
Pulau Bengkalis Jadi Lokasi Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global
Pemerintah
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
Pemerintah
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
LSM/Figur
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Pemerintah
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
LSM/Figur
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau