JAKARTA, KOMPAS.com - Aktris Cinta Laura Kiehl menyoroti masih maraknya kasus pernikahan dini dan kekerasan pada anak di Indonesia. Hal ini disampaikannya, usai resmi dilantik sebagai Duta Nasional UNICEF Indonesia.
Cinta mengungkapkan bahwa satu dari sembilan anak perempuan masih dipaksa menikah sebelum usia 18 tahun, menyebabkan mereka kehilangan kesempatan bersekolah dan mengejar mimpinya.
"Hampir satu dari dua anak laki-laki dan satu dari enam anak perempuan pernah mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan sebelum usia 18 tahun. Sebuah gambaran betapa banyak suara anak yang tidak pernah terdengar," kata Cinta Laura dalam Peluncuran Duta Nasional UNICEF di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: RI dan UE Gelar Kampanye Bersama Lawan Kekerasan Digital terhadap Perempuan dan Anak
Menurut dia, ketimpangan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan dasar masih menjadi persoalan serius terutama bagi anak-anak yang tinggal di daerah pelosok. Cinta mengaku menyaksikan secara langsung betapa berat perjuangan anak-anak memperoleh hak-hak dasar di Asmat, Papua.
Padahal, Papua selalu jadi tempat yang sangat istimewa baginya, dengan kekayaan budaya, ketangguhan masyarakatnya, serta keindahan alam yang memukau.
"Tetapi di balik semua keindahan itu, ada tantangan yang sangat berat. Tantangan akses, infrastruktur, dan tantangan yang membuat anak-anak Papua harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan hak dasar yang seharusnya mudah dijangkau," jelas Cinta.
"Seperti seorang ibu yang harus menyeberang jauh menggunakan perahu hanya untuk mendapatkan akses kesehatan. Bagaimana anak-anak bergantung pada air hujan untuk bisa dapat akses air bersih. sedangkan kita di perkotaan tidak mikir dua kali saat menyalakan keran air," imbuh dia.
Baca juga: Panas Ekstrem Ganggu Perkembangan Belajar Anak Usia Dini
Pada kesempatan itu, Cinta Laura turut menyinggung peristiwa meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga mengakhiri hidup karena rasa malu akibat tidak memiliki buku dan alat tulis.
Peristiwa tersebut, menurutnya, menjadi gambaran nyata bagaimana tekanan ekonomi dan kemiskinan dapat berdampak pada kesehatan mental anak.
"Kenyataan ini mengusik hati saya dan satu pertanyaan terus menghantui pikiran saya mengapa kita masih membiarkan ini terjadi? Kenapa anak-anak harus dibebani tekanan ekonomi dan mental sehingga tidak lagi merasa punya harapan dan semangat hidup?" ujar Cinta.
Sebagai Duta Nasional UNICEF Indonesia, Cinta berkomitmen mengangkat isu-isu yang selama ini kerap dianggap tabu yakni kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak kerap kali dinormalisasi atau bahkan ditutupi. Relasi kuasa dan ketidakberdayaan menjadi alasan sulitnya korban anak sering kali tak mendapatkan keadilan.
"Saya harap kita semua bisa membantu membuka ruang agar semakin banyak anak dan anak muda yang bisa bersuara atas nama dirinya sendiri. Kata kuncinya adalah kolaborasi. Perubahan sejati hanya akan terjadi jika kita semua bergerak bersama," tutur Cinta.
Dia menambahkan bahwa pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, media, akademisi, dan setiap individu di negara ini punya peran masing-masing. Dengan kondisi yang lebih baik, setiap anak bisa tumbuh dengan aman, sehat, berpendidikan, dan dipenuhi kasih sayang.
"Maka hari ini dengan peran baru ini, saya memilih untuk berdiri di barisan yang tidak hanya peduli, tetapi juga bertanggung jawab untuk terus hadir, bahkan ketika isu-isu ini tidak lagi menjadi sorotan," sebutnya.
Baca juga: Potret Pernikahan Dini di Jawa Tengah, Hamil di Luar Nikah hingga Putus Sekolah dan Kerja Serabutan
Sementara itu, Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman menyatakan Cinta Laura bergabung dengan jajaran duta nasional UNICEF global yang menggunakan suara, pengaruh, dan platform mereka untuk memperjuangkan hak-hak anak di berbagai belahan dunia.
Aktris sekaligus penyanyi itu dinilai memiliki banyak pengalaman, akademik yang baik, hingga komitmen mendalam terhadap keadilan sosial maupun kesetaraan.
"Anda telah secara konsisten menggunakan platform Anda untuk berbicara tentang isu-isu yang penting, mulai dari pemberdayaan perempuan hingga kesehatan mental, dan untuk mendengarkan realitas kehidupan anak-anak dan keluarga," jelas Maniza.
Sebagai Duta Nasional, Cinta Laura akan mendukung upaya advokasi UNICEF Indonesia dengan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu utama hak anak, termasuk pendidikan, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan aksi iklim. Suaranya dinilai berperan penting dalam mendorong aksi kolektif untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan adil bagi setiap anak.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya