KOMPAS.com - Tokyo Electric Power Company Holdings (Tepco) menghidupkan kembali reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa, yang dikenal sebagai PLTN terbesar di dunia, pada Senin (9/2/2026).
Reaktor No. 6 di PLTN yang berlokasi di Prefektur Niigata itu mulai diaktifkan kembali sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Tepco akan meningkatkan daya keluaran unit tersebut secara bertahap, dengan target memulai operasi komersial pada Rabu (18/3/2026). Target ini mundur dari rencana awal pada Kamis (26/2/2026) akibat kendala teknis.
Kashiwazaki-Kariwa merupakan satu-satunya fasilitas nuklir Tepco yang masih beroperasi. Reaktor No. 6 menjadi unit pertama dari total tujuh reaktor di lokasi tersebut yang kembali dihidupkan.
Baca juga: Kapasitas Nuklir Dunia Diprediksi Bertumbuh pada 2050
Sementara itu, reaktor No. 7 juga telah memperoleh persetujuan dari regulator nuklir nasional Jepang untuk beroperasi kembali.
Pengaktifan ulang ini berlangsung di tengah upaya pemerintah Jepang untuk kembali memanfaatkan energi nuklir, antara lain guna mengurangi emisi gas rumah kaca, menekan impor bahan bakar fosil, serta menjamin pasokan listrik yang stabil seiring meningkatnya permintaan energi.
Tepco sebelumnya sempat menghidupkan kembali reaktor No. 6 pada 21 Januari 2026. Namun, proses tersebut dihentikan sehari kemudian setelah terjadi masalah kelistrikan pada panel yang digunakan untuk mengoperasikan dan memantau batang kendali reaktor.
Penyelidikan lanjutan menemukan adanya kesalahan interpretasi arus listrik motor di dalam panel kendali.
“Saya masih percaya bahwa merupakan tanggung jawab saya untuk memutuskan penghentian sementara pembangkit guna melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap masalah tersebut,” kata pengawas fasilitas Kashiwazaki-Kariwa, Takeyuki Inagaki, seperti dikutip dari The Japan Times, Selasa (10/2/2026).
Mengutip Anadolu Ajansi, Tepco memastikan setiap tahapan pengaktifan ulang akan dilakukan secara hati-hati, disertai inspeksi berkelanjutan guna menjamin keamanan sistem reaktor berkapasitas 1.360 megawatt tersebut.
Baca juga: SIEW 2025: Singapura Kaji Serius Pemanfaatan Reaktor Nuklir Kecil untuk Pembangkit Listrik
PLTN Kashiwazaki-Kariwa memiliki total kapasitas sekitar 8,2 gigawatt dan menggunakan reaktor air mendidih, jenis yang sama dengan reaktor di Fukushima Daiichi.
Sebagian besar unit di fasilitas ini tidak beroperasi sejak bencana nuklir Fukushima pada 2011 yang dipicu gempa bumi dan tsunami.
Pengaktifan ulang reaktor No. 6 ini menjadi yang pertama bagi Tepco sejak tragedi Fukushima, sekaligus menandai langkah penting Jepang dalam upaya menghidupkan kembali sektor energi nuklirnya dengan pengawasan keselamatan yang lebih ketat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya